LENTERAMERAH – Skuter listrik Minsk kembali menjadi topik perbincangan setelah muncul usulan agar kendaraan tersebut dibatasi penggunaannya bagi anak di bawah umur.
Usulan itu disampaikan seorang mahasiswi dalam pertemuan Walikota Minsk Vladimir Kukharev dengan mahasiswa dan tenaga pengajar Minsk State College of Service and Technology pada 29 Mei 2026.
Menurut mahasiswi tersebut, meningkatnya penggunaan skuter listrik di ruang publik memunculkan pertanyaan mengenai aspek keselamatan, khususnya bagi pengguna yang masih berusia muda.
Skuter Listrik Minsk Masih Dianggap Terkendali
Menanggapi usulan tersebut, Kukharev mengatakan pemerintah kota belum melihat kebutuhan untuk menerapkan pembatasan baru.
Ia mengingatkan bahwa sebelumnya Minsk telah memberlakukan aturan pembatasan kecepatan bagi skuter listrik di sejumlah area kota. Langkah itu diambil untuk mengurangi risiko kecelakaan dan konflik dengan pejalan kaki.
Menurut Kukharev, kebijakan yang sudah berjalan mulai menunjukkan hasil sehingga situasi saat ini dinilai lebih stabil dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Karena itu, fokus utama pemerintah kota masih berada pada upaya meningkatkan kesadaran pengguna agar mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.
Penggunaan skuter listrik dalam beberapa tahun terakhir memang semakin terlihat di berbagai kawasan Minsk. Kendaraan ini menjadi salah satu pilihan mobilitas jarak pendek yang banyak digunakan pelajar, pekerja, maupun warga yang ingin berpindah antarwilayah kota dengan cepat.
Meski belum ada rencana pembatasan tambahan, Kukharev mengatakan perkembangan penggunaan skuter listrik akan terus dipantau oleh pemerintah kota. ***




