LENTERAMERAH – Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev memaparkan strategi AI Kazakhstan yang disiapkan pemerintah untuk mempercepat transformasi digital sekaligus memperkuat daya saing negara di bidang kecerdasan buatan. Strategi tersebut mencakup penguatan regulasi, pembangunan infrastruktur digital, hingga pengembangan talenta.
Mengutip pernyataan resmi Kepresidenan Kazakhstan (Aqorda), strategi AI Kazakhstan diwujudkan melalui berbagai kebijakan, termasuk penetapan 2026 sebagai Tahun Digitalisasi dan Kecerdasan Buatan, peluncuran strategi nasional Digital Kazakhstan 2029, serta pengesahan Undang-Undang Kecerdasan Buatan dan Kode Digital.
Tokayev mengatakan Kazakhstan juga telah mengembangkan platform Smart City di ibu kota Astana yang nantinya akan diperluas ke seluruh kota besar di negara tersebut. Selain itu, pemerintah memberikan perhatian khusus pada pembangunan Kota Alatau sebagai kota digital terintegrasi pertama di Asia Tengah.
Menurutnya, Kazakhstan memiliki sejumlah keunggulan untuk menjadi pusat pertumbuhan teknologi, antara lain cadangan energi yang melimpah, mineral strategis, koridor transportasi modern, serta infrastruktur digital yang terus berkembang. Kombinasi tersebut diharapkan mampu menarik perusahaan teknologi, investor, dan inovator dari berbagai negara, termasuk China.
Tokayev menambahkan pemerintah juga menetapkan rezim hukum khusus bagi Kota Alatau melalui konstitusi guna menciptakan iklim investasi yang lebih menarik bagi sektor teknologi dan inovasi.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai, China, saat Tokayev memaparkan langkah Kazakhstan membangun ekosistem kecerdasan buatan yang kompetitif di tingkat global. ***




