LENTERAMERAH – Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev memperkenalkan kota digital Alatau Kazakhstan sebagai proyek strategis untuk mempercepat transformasi teknologi sekaligus menarik investasi global di bidang kecerdasan buatan. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat inovasi digital pertama di Asia Tengah.
Mengutip pernyataan resmi Kepresidenan Kazakhstan (Aqorda), kota digital Alatau Kazakhstan akan dibangun dengan rezim hukum khusus yang dijamin melalui konstitusi. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang kompetitif bagi perusahaan teknologi, startup, lembaga riset, dan investor internasional.
Tokayev mengatakan Alatau dirancang sebagai kota yang mengintegrasikan teknologi digital, inovasi, dan kecerdasan buatan ke dalam berbagai sektor pembangunan. Menurutnya, proyek tersebut akan menjadi salah satu fondasi penting dalam strategi jangka panjang Kazakhstan membangun ekonomi berbasis pengetahuan.
Selain mengembangkan Alatau, pemerintah Kazakhstan juga menjalankan berbagai program pendukung, termasuk Digital Kazakhstan 2029, pengesahan Undang-Undang Kecerdasan Buatan, serta pengembangan platform Smart City yang telah diterapkan di Astana dan akan diperluas ke kota-kota lain.
Tokayev menilai Kazakhstan memiliki keunggulan kompetitif berupa pasokan energi yang stabil, cadangan mineral strategis, koridor logistik modern, dan infrastruktur digital yang terus berkembang. Kombinasi tersebut diyakini dapat menjadikan negara itu sebagai tujuan baru investasi teknologi di kawasan Eurasia.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato pembukaan World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai, China, saat Tokayev memaparkan langkah Kazakhstan membangun ekosistem kecerdasan buatan yang berorientasi pada inovasi, kolaborasi internasional, dan pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi. ***




