LENTERAMERAH – PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) mencatatkan perkembangan positif pada kuartal I 2026 seiring strategi diversifikasi usaha yang dijalankan perseroan. Pengembangan bisnis perdagangan daging dan produk pangan beku atau frozen food menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan kinerja perusahaan.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2026, TGUK membukukan penjualan sebesar Rp200,7 miliar. Capaian tersebut berbanding terbalik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya ketika perseroan masih mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp4,48 miliar.
Direktur PT Platinum Wahab Nusantara Tbk Agus Suhada mengatakan perusahaan terus melakukan penataan dan pengembangan usaha untuk memperkuat fondasi bisnis jangka panjang.
“Perseroan terus berupaya memperkuat model bisnis melalui pengembangan usaha yang memiliki prospek jangka panjang, didukung penguatan operasional serta pengelolaan bisnis yang lebih terukur,” kata Agus Suhada dalam keterangan yang diterima, Senin (8/6).
Bisnis Frozen Food Jadi Sumber Pertumbuhan Baru
Menurut Agus, sektor pangan dipilih karena memiliki permintaan yang relatif stabil dan didukung pasar yang besar. Melalui perdagangan dan distribusi produk pangan, perseroan berupaya membangun sumber pertumbuhan baru yang dapat memperkuat struktur pendapatan perusahaan.
Pada kuartal I 2026, kontribusi terbesar terhadap pendapatan perusahaan berasal dari aktivitas perdagangan daging yang dijalankan melalui lini usaha baru.
Manajemen menilai pengembangan sektor pangan tidak hanya memberikan tambahan pendapatan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih beragam dan mampu beradaptasi terhadap perubahan pasar.
Fokus pada Efisiensi Operasional
Sejalan dengan pengembangan lini usaha baru, perseroan juga melakukan penguatan tata kelola perusahaan serta peningkatan efisiensi operasional.
Manajemen menilai pertumbuhan berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh peningkatan penjualan, tetapi juga kualitas operasional dan kemampuan perusahaan menjaga kinerja dalam jangka panjang.
Memasuki kuartal kedua 2026, TGUK berencana melanjutkan berbagai program penguatan bisnis yang telah berjalan, termasuk optimalisasi lini usaha yang telah memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan.
Selain itu, perusahaan akan terus mengembangkan jaringan bisnis dan mengidentifikasi peluang usaha baru yang dinilai sejalan dengan arah strategis perseroan.
“Kami meyakini bahwa pendekatan yang disiplin, adaptif, dan berorientasi jangka panjang akan menjadi fondasi penting dalam menjaga momentum pertumbuhan yang mulai terbentuk pada awal tahun ini,” ujar Agus Suhada. ***




