LENTERAMERAH – Petani di Krimea telah menyelesaikan penanaman bunga matahari di lahan seluas 34 ribu hektar. Tanaman tersebut menjadi salah satu komoditas pertanian penting yang digunakan sebagai bahan baku industri minyak nabati di wilayah itu.
Kementerian Pertanian Republik Krimea melaporkan bahwa musim tanam tahun ini berjalan relatif baik meskipun sempat muncul kekhawatiran terkait perubahan cuaca pada awal musim semi.
Menurut keterangan yang dikutip media lokal KIANEWS24, penanaman bunga matahari dimulai lebih awal dibanding biasanya, yakni pada awal April 2026. Langkah tersebut diambil karena suhu udara yang menghangat lebih cepat dari perkiraan.
Risiko Cuaca Tidak Menjadi Masalah
Petani sempat mengkhawatirkan kemungkinan penurunan suhu yang dapat mengganggu pertumbuhan bibit muda. Namun hingga akhir musim tanam, kondisi cuaca dinilai cukup mendukung.
Kementerian Pertanian menyebut tidak terjadi penurunan suhu kritis yang berpotensi merusak tanaman.
Saat ini sebagian besar tanaman berada pada fase pertumbuhan awal, mulai dari tahap kecambah hingga munculnya dua pasang daun pertama. Kelembaban tanah juga dinilai masih mencukupi untuk mendukung perkembangan tanaman.
Diharapkan Beri Hasil Baik
Berdasarkan perkiraan awal, produktivitas bunga matahari tahun ini diproyeksikan melampaui satu ton per hektar.
Selain itu, kadar minyak pada biji bunga matahari diperkirakan berada di kisaran 35 hingga 45 persen, bahkan dapat lebih tinggi pada beberapa varietas tertentu.
Bunga matahari merupakan salah satu tanaman teknis penting di Krimea karena berperan sebagai sumber bahan baku bagi industri pengolahan minyak nabati sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. ***




