Pelari Usia 80 Tahun Saltanat Tuytebaev Tuntaskan Maraton Meski Cedera

Saltanat Tuytebaev menunjukkan ketangguhan luar biasa setelah menyelesaikan maraton internasional di Afrika Selatan meski mengalami cedera saat lomba.
Saltanat Tuytebaev disambut setibanya di Astana setelah mengikuti maraton internasional.
Saltanat Tuytebaev kembali menjadi sorotan setelah menuntaskan lomba maraton 42,2 kilometer pada usia 80 tahun.

LENTERAMERAH – Banyak pelari memilih mengakhiri lomba ketika cedera datang di tengah lintasan. Namun keputusan berbeda diambil Saltanat Tuytebaev. Di usia 80 tahun, pelari veteran asal Kazakhstan itu tetap melanjutkan perlombaan hingga garis finis meski mengalami cedera saat mengikuti maraton internasional di Afrika Selatan.

Ketika kembali ke Astana pada 26 Mei lalu, Tuytebaev disambut keluarga, rekan atlet, veteran olahraga, serta pejabat olahraga Kazakhstan di Bandara Internasional Astana.

Menurut keterangan Kementerian Pariwisata dan Olahraga Kazakhstan, yang kemudian dilaporkan sejumlah media nasional, termasuk Kazinform, Tuytebaev berhasil menyelesaikan lomba Sanlam Cape Town Marathon dengan jarak penuh 42,2 kilometer.

Meski mengalami cedera saat perlombaan berlangsung, ia tetap menyelesaikan lomba dengan catatan waktu sekitar 7 jam 30 menit.

Bukan Prestasi Pertama

Bagi dunia olahraga veteran Kazakhstan, nama Saltanat Tuytebaev bukan sosok asing. Atlet kelahiran 1945 itu dikenal sebagai salah satu ikon olahraga masyarakat dan lari jarak jauh di negaranya.

Pada 2025, ia menjuarai New York Marathon untuk kategori usia 80–89 tahun dengan waktu 4 jam 45 menit.

Empat tahun sebelumnya, pada 2021, ia juga meraih medali perak pada kategori usia 75–79 tahun di ajang yang sama.

Prestasi tersebut membuatnya menjadi salah satu pelari veteran Kazakhstan yang paling dikenal di tingkat internasional.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Dalam acara penyambutan di Astana, Wakil Menteri Pariwisata dan Olahraga Kazakhstan Bauyrzhan Rapikov menilai pencapaian Tuytebaev menjadi contoh penting bagi masyarakat.

Menurut Rapikov, keberhasilan atlet veteran tersebut menunjukkan bahwa disiplin, ketekunan, dan gaya hidup sehat dapat dijaga hingga usia lanjut.

“Pencapaian Saltanat Tuytebaev adalah contoh nyata kekuatan semangat, disiplin, dan komitmen terhadap gaya hidup sehat. Atlet seperti dia menginspirasi generasi muda dan membuktikan bahwa olahraga tidak mengenal batas usia,” kata Rapikov.

Tuytebaev sendiri berasal dari Desa Birlik di Wilayah Zhambyl dan selama bertahun-tahun aktif mempromosikan olahraga masyarakat di Kazakhstan. Keikutsertaannya dalam berbagai maraton internasional membuat namanya sering dijadikan simbol bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai hidup aktif dan berolahraga. ***