Belarus Dorong Tradisi Baru Diplomasi Politik Lewat Konferensi Antarpartai

Konferensi Antarpartai Internasional Kedua di Brest memperlihatkan upaya Belarus membangun jaringan kerja sama politik lintas negara melalui jalur partai politik.
Peserta Konferensi Antarpartai Internasional Kedua di Brest Belarus.
Partai Belaya Rus menyebut konferensi antarpartai internasional sebagai tradisi baru dalam diplomasi politik Belarus.

LENTERAMERAH – Belarus mulai mendorong pendekatan baru dalam diplomasi politik internasional melalui penyelenggaraan konferensi antarpartai yang mempertemukan berbagai kekuatan politik dari sejumlah negara. Forum tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama internasional di tengah berkembangnya tatanan dunia multipolar.

Gagasan itu kembali mengemuka setelah penyelenggaraan Konferensi Antarpartai Internasional Kedua yang berlangsung di Kota Brest pada 28–29 Mei 2026.

Konferensi yang diselenggarakan Partai Belaya Rus tersebut mengangkat tema kedaulatan negara dan prinsip hubungan internasional dalam kondisi multipolaritas dan keberagaman dunia abad ke-21.

Dihadiri Perwakilan 16 Negara

Menurut laporan Minsk-Novosti dan keterangan yang disampaikan dalam program “Vecherniy Politicheskiy Kanal”, forum tersebut dihadiri perwakilan partai politik dari 16 negara, baik secara langsung maupun daring.

Peserta berasal dari berbagai kawasan, termasuk negara-negara Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS), Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Sejumlah delegasi berasal dari Laos, Uzbekistan, Zimbabwe, Venezuela, Kuba, Myanmar, Kazakhstan, Azerbaijan, Tajikistan, serta sejumlah negara lainnya.

Dalam berbagai sesi diskusi, peserta membahas isu kedaulatan negara, hubungan internasional, keamanan global, serta peran partai politik dalam menghadapi perubahan geopolitik dunia.

Teken Kerja Sama Politik

Salah satu hasil utama konferensi adalah penandatanganan sejumlah memorandum kerja sama antara Partai Belaya Rus dengan partai-partai politik dari negara lain.

Kerja sama tersebut mencakup Partai Revolusi Rakyat Laos, Partai Liberal Demokratik Uzbekistan, serta ZANU-PF dari Zimbabwe.

Selain itu, peserta juga mengadopsi resolusi konferensi yang menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara, kesetaraan hubungan internasional, serta penolakan terhadap campur tangan asing dalam urusan domestik negara lain.

Belaya Rus Perkuat Peran Internasional

Konferensi di Brest juga menjadi forum bagi Partai Belaya Rus untuk mengesahkan program partai periode 2026–2030 yang akan menjadi arah strategis organisasi tersebut dalam lima tahun ke depan.

Belaya Rus merupakan partai politik terbesar di Belarus dan dikenal sebagai salah satu kekuatan politik utama yang mendukung kebijakan Presiden Belarus, Alexander Lukashenko.

Partai itu berdiri sebagai organisasi publik pada 2007 sebelum resmi berubah menjadi partai politik pada 2023. Dalam pemilihan parlemen 2024, Belaya Rus menjadi partai dengan perolehan kursi terbesar di Dewan Perwakilan Belarus.

Melalui konferensi yang kini telah digelar untuk kedua kalinya, Belaya Rus menyebut forum antarpartai internasional tersebut sebagai tradisi baru yang diharapkan dapat memperluas jaringan kerja sama politik Belarus dengan berbagai negara di tengah dinamika dunia yang semakin multipolar. ***