LENTERAMERAH – Perusahaan minyak dan gas Amerika Serikat menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari konflik yang mengguncang kawasan Teluk Persia. Lonjakan ekspor minyak dan kenaikan harga energi global mendorong tambahan pendapatan yang nilainya mencapai miliaran dolar setiap bulan.
Data yang dikutip NEWS.BY menunjukkan ekspor minyak Amerika Serikat meningkat dari sekitar 3,9 juta barel per hari menjadi 5,2 juta barel per hari pada April 2026. Kenaikan lebih dari 30 persen tersebut terjadi ketika banyak negara mencari sumber pasokan alternatif di luar kawasan Teluk.
Peningkatan volume ekspor saja diperkirakan menghasilkan tambahan pendapatan sekitar US$110 juta hingga US$120 juta per hari bagi perusahaan energi Amerika.
Harga Minyak Turut Mendongkrak Pendapatan
Selain ekspor yang meningkat, perusahaan energi AS juga menikmati keuntungan dari kenaikan harga minyak dunia. Ketidakpastian pasokan akibat ketegangan di sekitar Teluk Persia membuat harga minyak bergerak naik dibandingkan periode sebelum konflik.
Menurut perhitungan yang dikutip NEWS.BY, kenaikan harga minyak memberikan tambahan pendapatan sekitar US$120 juta hingga US$130 juta per hari. Dengan demikian, total tambahan penerimaan sektor energi Amerika diperkirakan mencapai US$230 juta hingga US$250 juta per hari.
Dalam skala bulanan, angka tersebut setara sekitar US$7 miliar atau sekitar Rp114 triliun dengan asumsi kurs Rp16.300 per dolar AS.
Pembeli Beralih ke Minyak Amerika
Gangguan pasokan dari kawasan Teluk mendorong sejumlah pembeli di Asia dan Eropa meningkatkan impor minyak dari Amerika Serikat. Perubahan pola perdagangan tersebut memberi keuntungan bagi produsen shale oil dan perusahaan energi besar yang mampu meningkatkan pasokan dalam waktu relatif cepat.
Perusahaan seperti ExxonMobil dan Chevron termasuk yang berpotensi memperoleh manfaat dari kenaikan permintaan dan harga energi global. Amerika Serikat juga berada dalam posisi berbeda dibandingkan beberapa dekade lalu karena kini menjadi salah satu eksportir minyak terbesar dunia.
Dampak Berbeda bagi Konsumen
Meski perusahaan energi menikmati lonjakan pendapatan, kenaikan harga minyak juga berdampak pada konsumen. Harga bahan bakar di berbagai negara ikut terdorong naik seiring meningkatnya biaya energi global.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa konflik geopolitik tidak hanya mengubah peta perdagangan energi dunia, tetapi juga menciptakan pihak yang memperoleh keuntungan besar sekaligus pihak yang harus menanggung biaya lebih tinggi. ***



