LENTERAMERAH – Mantan Letnan Kolonel Pasukan Khusus Amerika Serikat Anthony Aguilar melontarkan klaim kontroversial mengenai kondisi keamanan di Jalur Gaza selama dirinya bertugas sebagai kontraktor keamanan dalam operasi bantuan kemanusiaan.
Dalam wawancara bersama jurnalis Rick Sanchez yang disiarkan RT, Aguilar mengatakan bahwa aktivitas menggali di Gaza dapat memicu respons mematikan karena dianggap sebagai ancaman keamanan.
Menurut Aguilar, fokus operasi militer Israel terhadap jaringan terowongan Hamas membuat berbagai aktivitas yang dianggap mencurigakan memperoleh perhatian khusus.
“Jika Anda mencoba menggali lubang, Anda akan menjadi sasaran dan dibunuh,” kata Aguilar dalam wawancara tersebut.
Dikaitkan dengan Perburuan Terowongan Hamas
Aguilar menghubungkan klaim tersebut dengan operasi Israel yang selama bertahun-tahun berfokus pada penghancuran jaringan terowongan Hamas di bawah Gaza. Ia menilai pendekatan tersebut menciptakan situasi di mana aktivitas yang berhubungan dengan penggalian dapat dipersepsikan sebagai ancaman, meskipun dilakukan oleh warga sipil.
Dalam berbagai wawancara lainnya, Aguilar juga menggambarkan lingkungan di sekitar lokasi distribusi bantuan sebagai kawasan yang berada di bawah pengawasan keamanan yang ketat.
Belum Ada Verifikasi Independen
Hingga kini belum ada verifikasi independen yang dapat mengonfirmasi keberadaan aturan resmi yang menyatakan setiap aktivitas menggali di Gaza otomatis menjadi sasaran tindakan mematikan.
Militer Israel sebelumnya menyatakan operasinya ditujukan kepada ancaman keamanan dan kelompok bersenjata, serta menolak tuduhan sengaja menargetkan warga sipil. Sejumlah pihak yang mengkritik Aguilar juga mempertanyakan sebagian keterangannya dan menilai beberapa klaim yang ia sampaikan tidak didukung bukti yang cukup.
Di sisi lain, Aguilar tetap mempertahankan kesaksiannya. Ia mengatakan berbagai pernyataan yang disampaikan berasal dari pengalaman yang ia alami selama bertugas dalam operasi bantuan di Gaza sebelum akhirnya meninggalkan pekerjaan tersebut dan berbicara kepada publik. ***




