Anthony Aguilar Ungkap Pengalaman Saat Bertugas di Gaza

Anthony Aguilar, mantan perwira Pasukan Khusus Amerika Serikat, menjadi salah satu sosok yang paling banyak dibicarakan setelah mengungkap pengalamannya selama berada di Gaza.
Anthony Aguilar menjadi sorotan setelah menyampaikan berbagai kesaksian mengenai kondisi kemanusiaan di Gaza.
Anthony Aguilar menjadi sorotan setelah menyampaikan berbagai kesaksian mengenai kondisi kemanusiaan di Gaza.

LENTERAMERAH – Nama Anthony Aguilar belakangan menjadi perhatian setelah mantan perwira Pasukan Khusus Amerika Serikat itu menyampaikan berbagai kesaksian mengenai kondisi di Jalur Gaza selama bertugas sebagai kontraktor keamanan dalam operasi distribusi bantuan kemanusiaan.

Aguilar merupakan pensiunan Letnan Kolonel Angkatan Darat Amerika Serikat yang menghabiskan sekitar 25 tahun karier militernya di berbagai penugasan, termasuk di Irak dan Afghanistan. Ia juga tercatat menerima Purple Heart setelah mengalami luka dalam penugasan di Irak pada 2006.

Setelah pensiun pada awal 2025, Aguilar direkrut sebagai kontraktor keamanan untuk mendukung operasional Gaza Humanitarian Foundation (GHF), organisasi yang terlibat dalam distribusi bantuan di Gaza.

Tinggalkan Gaza dan Mulai Bersuara

Aguilar hanya bertugas selama beberapa bulan sebelum memutuskan meninggalkan pekerjaannya. Setelah itu, ia mulai memberikan wawancara kepada berbagai media internasional mengenai apa yang menurutnya terjadi di lapangan.

Dalam sejumlah wawancara, Aguilar menggambarkan situasi di sekitar lokasi distribusi bantuan sebagai lingkungan yang sangat berbahaya bagi warga sipil. Ia juga mengaku menyaksikan berbagai peristiwa yang meninggalkan kesan mendalam selama berada di Gaza.

Salah satu kisah yang paling banyak dibahas adalah pengakuannya tentang seorang ibu Palestina yang menyeret jenazah anak-anaknya menggunakan palet kayu sambil memohon agar dapat menguburkan mereka.

Kesaksian yang Memicu Perdebatan

Selain kisah-kisah kemanusiaan, Aguilar juga menyampaikan sejumlah tuduhan mengenai pelaksanaan operasi bantuan dan kondisi keamanan di sekitar lokasi distribusi.

Ia mengklaim melihat penggunaan kekuatan yang berlebihan terhadap warga sipil dan mempertanyakan cara distribusi bantuan dijalankan di wilayah konflik tersebut. Beberapa pernyataannya kemudian dikutip oleh berbagai media dan kelompok advokasi internasional.

Namun tidak semua pihak menerima keterangannya. Gaza Humanitarian Foundation membantah sejumlah tuduhan yang disampaikan Aguilar dan menyebut sebagian klaimnya tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Perdebatan mengenai kesaksian Aguilar terus berlangsung. Di satu sisi, pendukungnya menilai ia merupakan saksi lapangan yang menyampaikan apa yang dilihatnya sendiri. Di sisi lain, para pengkritiknya mempertanyakan akurasi sejumlah tuduhan yang belum dapat diverifikasi secara independen.

Aguilar sendiri mengatakan bahwa keputusannya berbicara ke publik didorong oleh apa yang ia saksikan selama berada di Gaza dan keyakinannya bahwa pengalaman tersebut perlu diketahui masyarakat internasional. ***