Trita Parsi Sebut Pernyataan JD Vance sebagai Perubahan Besar

Trita Parsi menyebut pernyataan JD Vance mengenai Israel sebagai perkembangan penting dalam diskursus politik Amerika Serikat terkait Timur Tengah.
Trita Parsi membahas pernyataan JD Vance mengenai Israel.
Trita Parsi menilai pernyataan JD Vance mencerminkan perubahan nada dalam hubungan AS-Israel.

LENTERAMERAH – Analis hubungan internasional dan pendukung diplomasi Amerika Serikat-Iran, Trita Parsi, memuji pernyataan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance yang mengingatkan Israel mengenai ketergantungannya pada Washington.

Melalui unggahan di media sosial, Parsi menyoroti komentar Vance yang menyebut Israel tidak seharusnya menyerang satu-satunya sekutu kuat yang masih dimilikinya ketika sejumlah pejabat Israel mengkritik kesepakatan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurut Parsi, pernyataan tersebut menunjukkan perubahan yang jarang terlihat dalam diskursus politik Amerika Serikat terkait hubungan dengan Israel.

Soroti Bantuan Militer Amerika Serikat

Dalam pernyataannya, Vance menegaskan bahwa sebagian besar kemampuan pertahanan Israel masih bergantung pada dukungan Amerika Serikat.

Ia menyebut sekitar dua pertiga persenjataan yang digunakan Israel dalam beberapa bulan terakhir berasal dari Amerika Serikat dan didanai oleh pembayar pajak Amerika.

Vance juga mengingatkan bahwa Israel saat ini menghadapi tekanan diplomatik yang lebih besar dibanding sebelumnya sehingga perlu mempertimbangkan posisi Washington sebagai sekutu utamanya.

Komentar tersebut muncul setelah sejumlah anggota kabinet Israel mengkritik Memorandum of Understanding (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka jalur negosiasi baru selama 60 hari.

Dibandingkan dengan Era Biden

Parsi menilai nada yang digunakan Vance berbeda dibanding pendekatan yang diambil pemerintahan sebelumnya. Menurutnya, pejabat tinggi Amerika Serikat selama beberapa tahun terakhir cenderung menghindari kritik terbuka terhadap pemerintah Israel, termasuk ketika muncul perdebatan mengenai operasi militer di Gaza.

Karena itu, ia melihat pernyataan Vance sebagai perkembangan yang tidak biasa dalam hubungan Washington dan Tel Aviv.

Parsi dikenal sebagai salah satu pendukung diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran. Ia selama bertahun-tahun mendorong penyelesaian sengketa melalui negosiasi dan menentang pendekatan konfrontatif yang berisiko memicu konflik lebih luas di Timur Tengah.

Pernyataan JD Vance dan respons dari Trita Parsi muncul ketika kesepakatan AS-Iran masih menjadi bahan perdebatan di Amerika Serikat, Israel, dan sejumlah negara kawasan yang memantau arah hubungan kedua negara setelah konflik beberapa waktu terakhir. ***