LENTERAMERAH – Mantan Letnan Kolonel Pasukan Khusus Amerika Serikat Anthony Aguilar membagikan salah satu pengalaman yang menurutnya paling membekas selama bertugas di Gaza sebagai kontraktor keamanan untuk Gaza Humanitarian Foundation (GHF).
Dalam wawancara yang disiarkan RT bersama jurnalis Rick Sanchez, Aguilar mengisahkan pertemuannya dengan seorang ibu Palestina yang menyeret jenazah anak-anaknya menggunakan palet kayu sambil memohon agar dapat menguburkan mereka.
Menurut Aguilar, peristiwa itu terjadi di tengah situasi kemanusiaan yang memburuk akibat konflik yang berlangsung di Jalur Gaza. “Itu adalah salah satu pemandangan yang tidak akan pernah saya lupakan,” kata Aguilar dalam wawancara tersebut.
Kesaksian Setelah Meninggalkan Gaza
Aguilar merupakan pensiunan perwira Pasukan Khusus Angkatan Darat Amerika Serikat yang pernah bertugas di Irak dan Afghanistan. Setelah pensiun pada 2025, ia direkrut sebagai kontraktor keamanan yang bertugas mendukung operasional distribusi bantuan kemanusiaan di Gaza.
Namun beberapa bulan kemudian, ia meninggalkan tugas tersebut dan mulai menyampaikan kritik terbuka terhadap sistem distribusi bantuan yang dijalankan di wilayah tersebut.
Dalam sejumlah wawancara dengan media internasional, Aguilar mengaku menyaksikan berbagai insiden yang menurutnya menunjukkan tingkat penderitaan sipil yang sangat tinggi di Gaza.
Kisah mengenai ibu yang menyeret jenazah anak-anaknya menjadi salah satu contoh yang paling sering ia ceritakan ketika menjelaskan kondisi yang ia lihat di lapangan.
Tuduhan dan Bantahan
Selain menceritakan pengalaman tersebut, Aguilar juga melontarkan berbagai tuduhan terkait pelaksanaan distribusi bantuan kemanusiaan di Gaza dan tindakan militer Israel di sekitar lokasi bantuan.
Ia mengklaim telah menyaksikan penggunaan kekuatan yang berlebihan terhadap warga sipil dan menggambarkan situasi di sekitar titik distribusi bantuan sebagai lingkungan yang sangat berbahaya.
Sejumlah tuduhan yang disampaikan Aguilar mendapat perhatian luas dari media internasional dan kelompok hak asasi manusia. Namun sebagian pihak membantah keterangannya.
Gaza Humanitarian Foundation menyebut sejumlah klaim Aguilar tidak akurat dan menolak berbagai tuduhan yang ia sampaikan setelah meninggalkan organisasi tersebut. ***




