LENTERAMERAH – Anggota Indian National Congress (INC), Amitabh Dubey, kembali mengangkat kasus delapan mantan perwira Angkatan Laut India yang ditangkap Qatar setelah mengutip laporan Financial Times mengenai semakin eratnya hubungan India dan Israel.
Dalam unggahan pada 21 Juni 2026, Dubey membagikan artikel Financial Times berjudul “The Making of an Unlikely Alliance” yang membahas pendalaman hubungan antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel akibat perang Gaza.
Dubey juga mengutip unggahan Sanjay Sipahimalani yang mengaitkan kasus Qatar dengan kebijakan luar negeri pemerintahan Modi. Menurut mereka, kedekatan India dengan Israel telah menciptakan risiko diplomatik yang seharusnya tidak perlu ditanggung New Delhi.
Kasus Qatar yang Kembali Diangkat
Kasus tersebut bermula pada Agustus 2022 ketika delapan mantan perwira Angkatan Laut India yang bekerja di perusahaan konsultan Dahra Global ditangkap otoritas Qatar.
Menurut laporan Reuters, Financial Times, dan sejumlah media internasional lainnya, mereka diduga terkait dengan aktivitas pengumpulan informasi mengenai program kapal selam Qatar. Namun pemerintah Qatar tidak pernah secara terbuka mengungkap rincian lengkap tuduhan yang diajukan.
Pada Oktober 2023, pengadilan Qatar menjatuhkan hukuman mati terhadap kedelapan warga India tersebut. Berdasarkan pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri India, hukuman itu kemudian diringankan pada Desember 2023 sebelum akhirnya para perwira tersebut dibebaskan dan dipulangkan ke India pada Februari 2024.
Dugaan Kaitan dengan Israel
Kasus ini menarik perhatian karena sejumlah laporan media Barat mengutip sumber anonim yang menyebut informasi yang dikumpulkan diduga berkaitan dengan Israel.
Tidak ada konfirmasi resmi dari pemerintah Qatar mengenai tuduhan bahwa para mantan perwira tersebut memata-matai program kapal selam Qatar untuk kepentingan Israel. Pemerintah India juga tidak pernah mengakui adanya keterlibatan negara dalam aktivitas tersebut.
Meski demikian, isu tersebut terus digunakan oleh kalangan oposisi untuk mengkritik arah kebijakan luar negeri Modi yang dinilai semakin dekat dengan Tel Aviv.
Hubungan India Israel di Bawah Modi
Sejak Modi berkuasa pada 2014, hubungan India dan Israel berkembang pesat di bidang pertahanan, teknologi, keamanan, dan intelijen.
Financial Times dalam laporannya menulis bahwa hubungan kedua negara semakin dalam ketika Israel menghadapi isolasi diplomatik yang lebih besar akibat perang di Gaza. Artikel itu juga menyoroti berbagai kerja sama strategis yang berkembang selama satu dekade terakhir.
Di saat yang sama, India tetap mempertahankan hubungan ekonomi yang penting dengan negara-negara Teluk. Qatar sendiri merupakan salah satu pemasok LNG terbesar bagi India dan memiliki posisi strategis dalam keamanan energi negara tersebut.
Perdebatan mengenai kasus Qatar kembali muncul setelah artikel Financial Times beredar luas dan digunakan oleh tokoh-tokoh oposisi India untuk mempertanyakan biaya politik dan diplomatik dari hubungan yang semakin erat antara New Delhi dan Tel Aviv. ***




