LENTERAMERAH – Seorang wanita di Chelyabinsk, Rusia, nekat membakar apartemennya sendiri setelah mengikuti instruksi komplotan penipu yang menjanjikan pembayaran uang asuransi. Kasus ini menjadi contoh bagaimana korban penipuan dapat dimanipulasi hingga melakukan tindakan yang membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain.
Menurut laporan Komsomolskaya Pravda, korban sebelumnya telah mentransfer 40 ribu rubel atau sekitar Rp7,9 juta kepada pelaku. Setelah uang tersebut diterima, penipu tidak berhenti di situ, tetapi memerintahkan korban menyalakan api di atas tempat tidurnya sambil menyiarkan kejadian itu melalui grup percakapan penghuni apartemen.
Penipu Terus Memberi Instruksi
Saat api mulai membesar, pelaku tetap menghubungi korban melalui telepon dan memintanya bertahan di dalam apartemen selama lima menit. Penipu bahkan meyakinkan bahwa dirinya tidak akan mengalami bahaya selama mengikuti seluruh instruksi yang diberikan.
Korban akhirnya memilih menyelamatkan diri ketika asap semakin pekat memenuhi ruangan. Keputusan itu membuatnya berhasil keluar sebelum kobaran api meluas ke seluruh apartemen.
Sepuluh Penghuni Dievakuasi
Insiden tersebut membuat petugas pemadam kebakaran mengevakuasi 10 penghuni gedung apartemen di Jalan Molodogvardeitsev, Chelyabinsk. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka, tetapi satu unit apartemen mengalami kerusakan parah akibat kebakaran.
Kepada penyidik, wanita itu mengaku percaya bahwa apartemennya sengaja diminta dibakar agar dirinya memperoleh pembayaran klaim asuransi seperti yang dijanjikan pelaku. Keterangan tersebut juga dimuat dalam pemberitaan Komsomolskaya Pravda.
Bermula dari Penipuan Berujung Kebakaran
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana modus penipuan tidak lagi berhenti pada pencurian uang korban. Setelah berhasil memperoleh 40 ribu rubel, komplotan tersebut terus mengendalikan korban melalui sambungan telepon hingga akhirnya membakar apartemen yang ditempatinya.
Aparat penegak hukum Rusia kini menyelidiki kasus tersebut untuk memburu para pelaku sekaligus mengusut kebakaran yang memaksa proses evakuasi penghuni gedung. Kasus ini juga menambah daftar panjang penipuan daring yang berkembang menjadi tindak pidana dengan risiko terhadap keselamatan publik. ***



