LENTERAMERAH – Di tengah perhatian publik terhadap tragedi TMII yang menewaskan tiga pekerja proyek jaringan perpipaan air, muncul satu fakta yang luput dari pembahasan. Salah satu korban diketahui merupakan warga negara China.
Informasi tersebut memunculkan pertanyaan baru. Mengapa proyek strategis yang dikerjakan untuk PAM Jaya memerlukan tenaga kerja asing? Apakah pekerja tersebut memiliki keahlian khusus, atau menjalankan pekerjaan yang sebenarnya dapat dilakukan tenaga kerja lokal?
Baca Juga Proyek Air Rp23,8 Triliun PAM Jaya Mulai Dipertanyakan
Baca Juga Proyek Air Jakarta, Jejak Bisnis Anthoni Salim dan Grup Moya
Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai posisi, spesialisasi, maupun perusahaan yang mempekerjakan korban. Padahal, informasi tersebut penting untuk menjelaskan alasan penggunaan tenaga kerja asing dalam proyek yang menyangkut pelayanan publik.
Sekjen Jaringan Aksi Kontrol Kebijakan Publik (JACOBIN), Ivan Panusunan, menilai keberadaan pekerja asing dalam proyek strategis bukan persoalan selama seluruh ketentuan ketenagakerjaan dipenuhi dan keberadaannya memang didasarkan pada kebutuhan kompetensi.
Publik tidak sedang mempersoalkan kewarganegaraannya. Yang perlu dijelaskan adalah mengapa tenaga kerja asing dibutuhkan dalam proyek ini, apa keahliannya, dan apakah seluruh proses penempatannya telah memenuhi ketentuan yang berlaku,” ujar Ivan.
Baca Juga Bagaimana Moya Menjadi Investor Strategis PAM Jaya?
Baca Juga Pengawasan PAM Jaya Dalam Proyek Strategis Rp23,8 triliun Dipertanyakan
Menurut Ivan, transparansi tersebut penting agar ruang publik tidak dipenuhi spekulasi yang justru dapat mengaburkan persoalan utama.
“Kalau semua dokumennya lengkap dan memang dibutuhkan karena memiliki keahlian tertentu, sampaikan saja kepada publik. Tetapi kalau tidak dijelaskan, ruang spekulasi akan terus terbuka,” katanya.
Ivan juga mengingatkan agar penyelidikan tidak berhenti pada identitas korban. Yang lebih penting adalah memastikan seluruh sistem ketenagakerjaan dalam proyek berjalan sesuai ketentuan, termasuk mekanisme perekrutan, penempatan, serta pengawasan terhadap tenaga kerja yang terlibat.
Baca Juga Mengapa Mega Proyek Air PAM Jaya Mempekerjakan Warga Negara China?
Tragedi ini seharusnya menjadi momentum mengevaluasi seluruh tata kelola proyek, termasuk penggunaan tenaga kerja asing bila memang ada. Transparansi adalah cara terbaik untuk menghentikan spekulasi,” tegasnya.
Hingga artikel ini ditulis, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan alasan penggunaan tenaga kerja asing dalam proyek tersebut maupun posisi yang dijalankan oleh korban WN China. Ketiadaan penjelasan itulah yang kini memunculkan pertanyaan baru di tengah penyelidikan tragedi TMII. ***



