Pengawasan PAM Jaya Dalam Proyek Strategis Rp23,8 triliun Dipertanyakan Setelah Tragedi TMII

Proyek Air PAM Jaya memasuki babak evaluasi setelah tragedi TMII memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan tata kelola proyek strategis.
Tragedi TMII memunculkan pertanyaan mengenai Proyek Air PAM Jaya, mulai dari sistem pengawasan hingga tata kelola proyek bernilai Rp23,8 triliun.

LENTERAMERAH – Tiga pekerja meninggal dalam proyek jaringan perpipaan di kawasan TMII. Insiden itu tidak hanya memunculkan pertanyaan mengenai penerapan keselamatan kerja, tetapi juga menguji bagaimana sistem pengawasan dijalankan dalam proyek air Jakarta bernilai sekitar Rp23,8 triliun.

Dalam setiap proyek strategis, pengawasan bukan sekadar kewajiban kontraktor. Ketika proyek tersebut merupakan bagian dari pelayanan publik, pengawasan juga menjadi ukuran akuntabilitas pemilik proyek terhadap setiap pekerjaan yang dilakukan di lapangan.

Pascainsiden, PAM Jaya melayangkan surat peringatan kepada PT Moya Indonesia dan meminta investigasi menyeluruh. Langkah tersebut penting sebagai respons awal. Namun, muncul pertanyaan berikutnya: apakah pengawasan baru diperketat setelah terjadi korban jiwa?

Baca Juga Proyek Air Rp23,8 Triliun PAM Jaya Mulai Dipertanyakan

Baca Juga Proyek Air Jakarta, Jejak Bisnis Anthoni Salim dan Grup Moya

Sekjen Jaringan Aksi Kontrol Kebijakan Publik (JACOBIN), Ivan Panusunan, menilai penyelidikan harus bergerak lebih jauh daripada sekadar mencari kesalahan pelaksana di lapangan.

“Kalau penyelidikan hanya berhenti pada vendor, maka akar persoalannya tidak akan pernah ditemukan. Yang harus diperiksa adalah bagaimana sistem pengawasan proyek ini bekerja sejak hari pertama,” kata Ivan.

Menurut Ivan, proyek dengan nilai investasi puluhan triliun rupiah semestinya memiliki standar pengawasan yang jauh lebih ketat, terutama untuk pekerjaan berisiko tinggi seperti ruang terbatas (confined space).

“Keselamatan kerja bukan hanya urusan kontraktor. Dalam proyek strategis, pengawasan adalah tanggung jawab yang melekat pada seluruh rantai pelaksanaan proyek, mulai dari perencanaan, supervisi, sampai evaluasi,” ujarnya.

Baca Juga Bagaimana Moya Menjadi Investor Strategis PAM Jaya?

Baca Juga Pengawasan PAM Jaya Dalam Proyek Strategis Rp23,8 triliun Dipertanyakan

Ivan mempertanyakan apakah audit keselamatan dilakukan secara berkala, bagaimana mekanisme supervisi terhadap pekerjaan berisiko tinggi dijalankan, dan apakah hasil evaluasi tersebut pernah dipublikasikan sebagai bagian dari akuntabilitas proyek.

“Publik berhak mengetahui bukan hanya berapa kilometer pipa yang dibangun, tetapi juga bagaimana proyek ini diawasi agar setiap pekerja dapat pulang dengan selamat. Itulah ukuran keberhasilan proyek pelayanan publik,” tegasnya.

Baca Juga Mengapa Mega Proyek Air PAM Jaya Pekerjakan WN China?

Tragedi TMII pada akhirnya mengubah cara publik memandang proyek air Jakarta. Selama ini perhatian tertuju pada nilai investasi, target layanan, dan pembangunan infrastruktur. Kini, perhatian bergeser pada pertanyaan yang lebih mendasar: apakah sistem pengawasan berjalan sebanding dengan besarnya proyek yang sedang dikerjakan.

Bagi proyek yang membawa nama pelayanan publik, jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan apakah tragedi TMII menjadi sekadar catatan kecelakaan kerja atau menjadi momentum memperbaiki tata kelola proyek air terbesar yang sedang dibangun di Jakarta. ***