Ekonomi Kazakhstan Tumbuh 4,1 Persen Meski Produksi Minyak Turun

Ekonomi Kazakhstan tumbuh 4,1 persen pada semester pertama 2026. Lebih dari 80 persen pertumbuhan PDB ditopang sektor nonmigas di tengah turunnya produksi minyak.
Pertumbuhan ekonomi Kazakhstan mencapai 4,1 persen meski produksi minyak turun 8,4 persen. Industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan menjadi motor utama.

LENTERAMERAH – Ekonomi Kazakhstan mencatat pertumbuhan 4,1 persen pada semester pertama 2026, meningkat 0,4 poin persentase dibandingkan periode Januari–Mei. Di balik capaian tersebut, sektor nonmigas menjadi penopang utama dengan kontribusi lebih dari 80 persen terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

Berdasarkan data Biro Statistik Nasional Kazakhstan yang dikutip Kementerian Ekonomi Nasional Kazakhstan melalui kanal resmi Press Economy, pertumbuhan ekonomi tetap menguat meski produksi minyak turun 8,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kementerian menilai sektor nonmigas tumbuh lebih dari 5 persen, sehingga mampu mengimbangi perlambatan di sektor energi. Secara keseluruhan, sektor riil tumbuh 5,1 persen, sedangkan sektor jasa meningkat 3,5 persen.

Sektor Nonmigas Jadi Motor Pertumbuhan

Lebih dari 80 persen pertumbuhan PDB berasal dari industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, dan transportasi. Keempat sektor tersebut menjadi penggerak utama ekonomi Kazakhstan sepanjang paruh pertama 2026.

Sektor konstruksi mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 15,2 persen. Selama enam bulan pertama tahun ini, pembangunan perumahan mencapai 8,5 juta meter persegi, meningkat 6,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Industri pengolahan juga menunjukkan kinerja yang kuat. Nilai produksinya tumbuh 9,8 persen hingga mencapai 16,2 triliun tenge, melampaui sektor pertambangan yang membukukan produksi sekitar 15,9 triliun tenge.

Pertumbuhan industri pengolahan terutama ditopang lonjakan produksi logam jadi sebesar 39,9 persen, kendaraan bermotor 31,6 persen, produk farmasi 43,6 persen, industri kimia 20,7 persen, produk karet dan plastik 21,8 persen, bahan bangunan 14,1 persen, serta industri makanan 14,7 persen.

Investasi Tetap Menguat

Kinerja positif juga terlihat di sektor perdagangan yang tumbuh 5,7 persen, pertanian 4,4 persen, layanan komunikasi 4,3 persen, serta transportasi dan logistik 7,1 persen. Pertumbuhan sektor logistik didorong kenaikan layanan penunjang transportasi sebesar 14 persen, angkutan barang kereta api 4,9 persen, dan angkutan barang jalan raya 11,4 persen.

Di sisi investasi, pembentukan modal tetap meningkat 9,6 persen. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor informasi dan komunikasi yang melonjak 2,3 kali lipat, diikuti sektor kelistrikan 61,4 persen, industri pengolahan 33,3 persen, pertanian 24,6 persen, dan transportasi 11,6 persen. ***