LENTERAMERAH – Pendapatan riil masyarakat Kazakhstan kembali mencatat pertumbuhan positif pada kuartal pertama 2026 setelah mengalami tekanan selama sekitar satu tahun. Data terbaru menunjukkan pendapatan riil naik 0,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong oleh melambatnya laju inflasi.
Berdasarkan analisis Kementerian Ekonomi Nasional Kazakhstan atas data Biro Statistik Nasional yang dipublikasikan melalui Press Economy, rata-rata pendapatan nominal per kapita mencapai 252.619 tenge per bulan, meningkat 11,8 persen dibandingkan kuartal pertama 2025.
Perbaikan daya beli tersebut terjadi seiring perlambatan inflasi. Tingkat inflasi tahunan terus menurun sejak awal tahun dan pada Juni 2026 tercatat sebesar 10,3 persen, sehingga kenaikan pendapatan masyarakat mulai mampu mengimbangi kenaikan harga barang dan jasa.
Sektor Nonmigas Catat Kenaikan Upah Tertinggi
Pendapatan dari pekerjaan tetap masih menjadi sumber utama penghasilan masyarakat Kazakhstan dengan kontribusi sekitar dua pertiga dari total pendapatan rumah tangga. Namun, pertumbuhan upah berbeda-beda di setiap sektor ekonomi.
Pada kuartal pertama 2026, rata-rata gaji nominal bulanan meningkat 9,1 persen, sementara indeks upah riil tercatat 97,7 persen.
Kenaikan upah tertinggi terjadi di sektor pertanian yang melonjak 20,3 persen atau 7,7 persen secara riil. Sektor jasa keuangan dan asuransi menyusul dengan kenaikan 18,1 persen atau 5,7 persen secara riil.
Di sektor industri pengolahan, gaji rata-rata naik 14 persen atau 2,1 persen secara riil, sedangkan sektor transportasi dan pergudangan meningkat 12,9 persen atau 1,1 persen secara riil. Menurut Kementerian Ekonomi Nasional Kazakhstan, tren tersebut menunjukkan sektor-sektor nonmigas terus menjadi pendorong utama peningkatan kesejahteraan pekerja.
Pemerintah Bidik Pendapatan Riil Naik 2–3 Persen
Pemerintah Kazakhstan menargetkan pertumbuhan pendapatan riil masyarakat minimal 2–3 persen per tahun sepanjang 2026–2028. Target tersebut akan didukung melalui kenaikan bertahap upah minimum, penciptaan lapangan kerja berkualitas, peningkatan produktivitas tenaga kerja, dukungan terhadap pelaku usaha, serta pengembangan industri bernilai tambah tinggi.
Pemerintah menilai kombinasi reformasi tersebut dan berlanjutnya perlambatan inflasi diharapkan mampu menjaga kenaikan pendapatan riil sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. ***



