Tokayev Sebut Organisasi AI Dunia Jadi Langkah Bersejarah

Menurut Tokayev, Organisasi AI Dunia berpotensi menjadi fondasi tata kelola AI global yang mengutamakan kemitraan, keamanan, dan kepentingan seluruh umat manusia.
Menurut Tokayev, Organisasi AI Dunia berpotensi menjadi fondasi tata kelola AI global yang mengutamakan kemitraan, keamanan, dan kepentingan seluruh umat manusia.

LENTERAMERAH – Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev menyebut pembentukan Organisasi AI Dunia sebagai langkah bersejarah untuk membangun tata kelola kecerdasan buatan yang lebih inklusif. Pernyataan itu disampaikan saat membuka World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai, China.

Mengutip pernyataan resmi Kepresidenan Kazakhstan (Aqorda), Tokayev mengatakan Organisasi AI Dunia diharapkan menjadi fondasi bagi sistem tata kelola kecerdasan buatan yang bersifat universal. Menurutnya, perkembangan AI membutuhkan wadah kerja sama internasional yang mampu memperkuat kemitraan sekaligus memastikan teknologi tersebut memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia.

“Kazakhstan menganggap pembentukan organisasi ini sebagai keputusan bersejarah. Kami yakin organisasi ini akan menjadi fondasi bagi kerangka tata kelola AI yang bersifat universal,” ujar Tokayev.

Ia menyampaikan apresiasi kepada China atas perannya dalam mendorong pembentukan organisasi tersebut. Tokayev meyakini lembaga yang baru dibentuk itu memiliki potensi menjadi institusi internasional yang berpengaruh dalam menentukan arah perkembangan kecerdasan buatan di masa depan.

Menurut Tokayev, tata kelola AI tidak cukup hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga harus mencakup kerja sama lintas negara, penguatan kepercayaan, serta mekanisme kemitraan yang mampu menjamin keamanan dan kesejahteraan bersama.

WAIC merupakan salah satu forum kecerdasan buatan terbesar di dunia yang mempertemukan para pemimpin negara, pembuat kebijakan, ilmuwan, dan pelaku industri untuk membahas perkembangan teknologi AI serta arah kerja sama internasional di bidang tersebut. ***