Penelitian Ungkap Flora Kepulauan Kuril Lebih Dipengaruhi Iklim dan Gunung Berapi

Penelitian ilmuwan Rusia dan Ceko menemukan bahwa iklim serta aktivitas vulkanik menjadi faktor utama yang membentuk flora Kepulauan Kuril.
Studi terhadap flora Kepulauan Kuril mengungkap peran gunung berapi, iklim, dan topografi dalam membentuk keanekaragaman tumbuhan di kepulauan tersebut.

LENTERAMERAH – Penelitian terbaru mengungkap flora Kepulauan Kuril lebih dipengaruhi oleh kondisi iklim dan aktivitas vulkanik dibandingkan luas pulau maupun jaraknya dari daratan utama. Temuan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai faktor yang membentuk keanekaragaman tumbuhan di gugusan pulau yang membentang antara Semenanjung Kamchatka dan Pulau Hokkaido.

Mengutip hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Pusat Penelitian Federal Keanekaragaman Hayati Cabang Timur Jauh Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (FSC Biodiversity FEB RAS) bersama peneliti dari Republik Ceko, flora Kepulauan Kuril dianalisis berdasarkan 1.244 spesies tumbuhan yang tersebar di 20 pulau dalam kepulauan tersebut.

Penelitian menunjukkan bahwa kawasan Kuril bagian tengah memiliki tingkat keanekaragaman spesies yang jauh lebih rendah dibanding wilayah lainnya. Penyebab utamanya adalah tingginya aktivitas gunung berapi yang terus berlangsung sehingga menghambat pemulihan ekosistem. Erupsi yang berulang menciptakan tekanan seleksi alami yang kuat sehingga hanya spesies tertentu yang mampu bertahan.

Para peneliti juga menemukan bahwa perubahan vegetasi dari selatan ke utara bukan berarti jumlah spesies semakin sedikit. Sebaliknya, komposisi tumbuhan mengalami pergantian. Spesies yang menyukai iklim hangat secara bertahap digantikan oleh tumbuhan khas Beringia dan kawasan sirkumpolar yang lebih mampu beradaptasi dengan suhu rendah.

Studi tersebut turut mengoreksi teori klasik biogeografi yang menyatakan semakin luas sebuah pulau maka semakin tinggi jumlah spesies yang dimilikinya. Di Kepulauan Kuril, faktor yang lebih menentukan justru variasi topografi. Gunung berapi dengan ketinggian berbeda menciptakan beragam mikrohabitat yang memungkinkan lebih banyak jenis tumbuhan berkembang dalam satu pulau.

Para peneliti juga mengidentifikasi Kepulauan Kuril bagian tengah sebagai kawasan yang paling rentan terhadap perubahan lingkungan. Luas wilayah yang relatif kecil, letaknya yang terpencil, serta aktivitas vulkanik yang tinggi membuat ekosistem setempat lebih sensitif terhadap gangguan eksternal maupun dampak perubahan iklim global. Temuan ini diharapkan dapat membantu penyusunan strategi konservasi sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai dinamika flora di salah satu kawasan kepulauan paling unik di dunia. ***