LENTERAMERAH – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi muncul sebagai figur dengan tingkat elektabilitas tertinggi dalam simulasi calon presiden berdasarkan survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Dalam survei tersebut, Dedi berhasil mengungguli Presiden Prabowo Subianto.
Temuan ini menjadi salah satu hasil menarik dari survei SMRC yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026. Meskipun Pilpres 2029 masih cukup jauh, survei tersebut memotret dinamika preferensi publik terhadap sejumlah tokoh nasional yang dinilai berpotensi menjadi kandidat pada pemilihan presiden mendatang.
Dalam simulasi yang dipaparkan SMRC, Dedi Mulyadi memperoleh tingkat keterpilihan yang lebih tinggi dibandingkan Prabowo. Hasil tersebut menunjukkan meningkatnya daya tarik politik Dedi di tingkat nasional setelah sebelumnya dikenal luas melalui kiprahnya sebagai kepala daerah di Jawa Barat.
SMRC menjelaskan bahwa tingginya elektabilitas Dedi tidak dapat dilepaskan dari tingkat pengenalan publik yang semakin luas, terutama melalui aktivitasnya sebagai kepala daerah yang banyak mendapat perhatian masyarakat. Faktor kedekatan dengan warga serta intensitas pemberitaan turut memengaruhi persepsi responden terhadap sosok Dedi.
Di sisi lain, hasil survei ini muncul ketika tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan dibandingkan survei sebelumnya. Berdasarkan survei yang sama, tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden berada di angka 51,1 persen, turun dari 81,2 persen pada November 2025. SMRC mengaitkan penurunan tersebut dengan persepsi publik terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
Survei SMRC dilaksanakan pada 5–19 Juli 2026 dengan melibatkan 749 responden yang memiliki hak pilih. Pengumpulan data dilakukan melalui kombinasi wawancara tatap muka dan telepon menggunakan metode double sampling dan stratified multistage random sampling, dengan margin of error sekitar ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. ***




