Jetstar Ubah Aturan Bagasi Kabin Mulai 2027

Jetstar mengubah aturan bagasi kabin mulai Februari 2027. Tas kecil tetap gratis, sedangkan koper yang membutuhkan ruang atas menjadi layanan berbayar.
Jetstar mulai Februari 2027 memisahkan bagasi kabin dari tarif dasar. Penumpang membayar untuk membawa koper ke kompartemen atas.

LENTERAMERAH — Mulai 2027, Jetstar mengubah aturan bagasi kabin dengan memisahkan koper yang membutuhkan ruang di kompartemen atas dari tarif dasar. Penumpang tetap dapat membawa satu tas kecil secara gratis, tetapi koper kabin akan memerlukan opsi berbayar.

Sebagaimana dilansir Reuters, kebijakan baru maskapai berbiaya rendah Australia itu akan berlaku mulai 2 Februari 2027. Penumpang dengan tarif dasar hanya mendapatkan satu barang yang dapat ditempatkan di bawah kursi, sedangkan Priority Carry-on menjadi opsi tambahan untuk membawa barang ke kompartemen atas.

Aturan bagasi Jetstar ubah akses kompartemen atas

Tas gratis yang dibawa ke kabin harus berukuran maksimal 40 x 30 x 20 sentimeter dan ditempatkan di bawah kursi di depan penumpang. Sementara itu, Priority Carry-on memungkinkan penumpang membawa barang yang disimpan di kompartemen atas.

Menurut Jetstar, biaya Priority Carry-on akan bergantung pada rute penerbangan. Tarifnya mulai AUD25 atau sekitar Rp315 ribu dan dapat mencapai AUD52 atau sekitar Rp655 ribu sekali jalan, dengan patokan kurs sekitar Rp12.596 per AUD.

Layanan tersebut juga mencakup prioritas naik pesawat. Untuk penerbangan yang menggunakan opsi tersebut, satu barang utama dapat berukuran maksimal 56 x 36 x 23 sentimeter dan berat hingga 10 kilogram.

Perubahan ini sekaligus menghapus batas 7 kilogram yang selama ini berlaku untuk jatah bagasi kabin standar. Jetstar mengatakan perubahan tersebut akan mengurangi kebutuhan penimbangan tas di gerbang dan membuat proses boarding lebih lancar.

Menurut CEO Jetstar Stephanie Tully, keputusan tersebut didasarkan pada riset dan masukan penumpang serta awak pesawat. Penimbangan tas di gerbang dan perebutan ruang di kompartemen atas disebut sebagai bagian perjalanan yang paling menimbulkan stres.

Namun, kebijakan tersebut mendapat kritik. Sebagian penumpang dan pengamat industri menilai Jetstar sekadar memindahkan biaya layanan yang sebelumnya termasuk dalam pengalaman penerbangan ke komponen tambahan. Reuters melaporkan sejumlah pihak menyebut kebijakan tersebut sebagai cash grab, sementara Jetstar mempertahankan argumen bahwa penumpang kini dapat memilih layanan yang benar-benar mereka butuhkan.

Perubahan tersebut juga mengikuti pola yang sudah digunakan sejumlah maskapai berbiaya rendah di Eropa dan Amerika Serikat, yang memisahkan layanan bagasi kabin dan berbagai fasilitas lain dari tarif dasar penerbangan. ***