LENTERAMERAH — Putra mantan PM Armenia Argam Abrahamyan ditahan atas dugaan memerintahkan pembunuhan seorang pendeta di Yerevan pada 2023. Menurut versi penyidikan yang dikutip KP.RU, motifnya diduga kecemburuan terhadap istrinya.
Sebagaimana dilansir KP.RU, penyidik menduga Abrahamyan mencurigai istrinya, Emma Tsarukyan, memiliki hubungan dengan seorang pendeta dari organisasi keagamaan Kristen Injili. Ia kemudian disebut memerintahkan anggota layanan keamanan pribadinya untuk membunuh pria tersebut.
Putra mantan PM Armenia diduga pesan pembunuh Bayaran
Korban disebut bernama Soghomon V., berusia 54 tahun. Menurut keterangan penyidikan yang dikutip KP.RU, ia ditembak mati pada 30 April 2023 di depan sebuah gedung di Myasnikyan Avenue, Yerevan.
Penyidik menduga Abrahamyan tidak melakukan pembunuhan secara langsung. Ia disebut memberikan perintah kepada seorang anggota layanan keamanan pribadinya yang diidentifikasi dengan inisial G.Kh. Orang tersebut kemudian diduga memantau pergerakan korban sebelum melakukan penembakan.
Kasus tersebut baru menyeret Abrahamyan sebagai pihak yang diduga memerintahkan pembunuhan setelah penyelidikan berlangsung lebih dari tiga tahun. Menurut versi penyidikan, pengungkapan keterlibatannya berkaitan dengan penelusuran terhadap hubungan antara tersangka, korban dan orang-orang yang berada di lingkungan keamanan pribadi keluarga.
Motif kecemburuan menjadi bagian penting dalam versi penyidik. Abrahamyan diduga mencurigai istrinya memiliki hubungan dengan korban. Ia juga disebut mempermasalahkan transfer sejumlah besar uang yang diduga dilakukan istrinya kepada pendeta tersebut.
Emma Tsarukyan merupakan putri pengusaha dan politikus Armenia Gagik Tsarukyan. Pernikahan Emma dan Argam Abrahamyan menghubungkan keluarga Abrahamyan dengan keluarga Tsarukyan yang sama-sama memiliki pengaruh politik dan bisnis di Armenia.
Argam Abrahamyan merupakan putra Hovik Abrahamyan, yang pernah menjabat Ketua Parlemen Armenia dan Perdana Menteri pada 2014–2016. Argam sendiri pernah menjabat Wali Kota Artashat dan menjadi anggota parlemen Armenia.
Selain dugaan pembunuhan berencana atas pesanan, aparat Armenia juga menyelidiki dugaan tindak pidana lain yang berkaitan dengan perkara tersebut, termasuk penyalahgunaan wewenang, kepemilikan senjata api ilegal dan upaya menghalangi proses hukum.
Sejumlah anggota lingkungan keamanan pribadi Abrahamyan disebut ikut terseret dalam penyelidikan. Salah satunya adalah G.Kh. yang menurut versi penyidik diduga menerima perintah untuk melaksanakan pembunuhan.
Pada Agustus 2026, aparat Armenia menahan Abrahamyan dan mengajukan permohonan penahanan ke pengadilan atas dugaan penghasutan pembunuhan bayaran.
Kasus tersebut masih berada dalam proses hukum. Seluruh tuduhan terhadap Abrahamyan merupakan dugaan penyidikan dan belum merupakan putusan bersalah pengadilan. ***



