LENTERAMERAH – Pada Agustus 1943, Amerika Serikat dan Inggris menyusun kesepakatan yang menjadi salah satu fondasi kerja sama mereka dalam pengembangan senjata atom. Di saat yang sama, Kanada memiliki sesuatu yang sangat dibutuhkan proyek tersebut. Uranium.
Quebec Agreement ditandatangani Presiden AS Franklin D. Roosevelt dan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill pada 19 Agustus 1943. Dokumen itu mengatur penggabungan dan koordinasi program Tube Alloys Inggris dengan program atom Amerika. Kanada bukan penandatangan kesepakatan tersebut.
Namun uranium Kanada sudah masuk ke dalam rantai pasokan proyek nuklir Sekutu.
Selama Perang Dunia II, Eldorado Gold Mining Company membuka kembali tambang di dekat Great Bear Lake, Northwest Territories. Bijih uranium dari kawasan tersebut kemudian dikirim ribuan kilometer ke fasilitas pengolahan Eldorado di Port Hope, Ontario. Pemerintah Kanada bahkan mengambil alih Eldorado pada 1943, sementara kebutuhan militer terhadap uranium menjadi pendorong utama pengembangan kembali industri tersebut.
Artinya, sumber daya yang berada di wilayah Kanada menjadi bagian dari kebutuhan material proyek yang sedang dikembangkan Amerika Serikat dan Inggris.
Posisi Kanada dalam proyek tersebut juga tidak sesederhana sebagai pemasok bahan mentah. Dalam Combined Policy Committee yang dibentuk melalui Quebec Agreement, Kanada memiliki wakil. C. D. Howe, Menteri Munitions and Supply Kanada, duduk bersama tiga wakil Amerika Serikat dan dua wakil Inggris. Komite itu bertugas mengarahkan program atom dan mengatur berbagai kebutuhan material, fasilitas serta penelitian.
Jadi Kanada berada di dalam mekanisme tersebut, tetapi tidak berada sebagai penandatangan Quebec Agreement.
Setahun kemudian, pengaturan bahan mentah nuklir menjadi semakin strategis. Pada 13 Juni 1944, Roosevelt dan Churchill membentuk Combined Development Trust untuk mengembangkan, memperoleh dan mengendalikan pasokan uranium dan thorium. Pengaturan itu secara khusus menyebut deposit uranium dan thorium di wilayah Kanada sebagai bagian dari sumber daya yang harus diamankan.
Setelah perang, kerangka kerja sama tersebut kemudian bergerak menjadi pengaturan tiga negara. Dokumen 1946 menyebut Amerika Serikat, Inggris dan Kanada sebagai pihak dalam pengaturan baru, dengan tiga wakil Amerika, dua Inggris dan satu Kanada dalam Combined Policy Committee. Combined Development Trust juga dilanjutkan dalam bentuk Combined Development Agency.
Thread dari akun X @ImJulianAssange, yang memiliki sekitar 115 ribu pengikut, kembali menyoroti sisi sejarah tersebut. Thread itu menyebut uranium Kanada sebagai aset strategis Amerika Serikat dan mengaitkannya dengan Quebec Agreement.
Ada satu klaim dalam thread tersebut yang perlu diluruskan. Pernyataan bahwa Quebec Agreement masih berlaku hingga sekarang tidak benar. Dokumen pemerintah Amerika Serikat pada 1946 menunjukkan bahwa pengaturan baru sedang disusun untuk menggantikan Quebec Agreement. Jadi, kesepakatan 1943 itu tidak terus berlaku hingga hari ini.
Tetapi koreksi tersebut tidak menghapus persoalan yang membuat sejarah ini menarik. Kanada memiliki uranium yang dibutuhkan proyek atom, memiliki fasilitas pengolahan yang masuk ke rantai pasokan perang, dan kemudian memperoleh posisi dalam struktur kerja sama nuklir tiga negara. Pada saat fondasi kerja sama atom itu pertama kali disusun di Quebec, perjanjian utamanya justru ditandatangani Washington dan London.
Uranium berada di Kanada. Kepentingan strategisnya jauh melampaui nilai tambangnya. Dan ketika proyek bom atom dibangun, sumber daya itu sudah menjadi bagian dari perhitungan kekuatan besar. ***




