Trump Melakukan 1.000 Transaksi Saham dalam Sebulan, Saat Kebijakannya Menggerakkan Pasar

Pengungkapan terbaru menunjukkan lebih dari 1.000 transaksi saham Trump pada Juni, di tengah kebijakan pemerintahannya yang menggerakkan pasar.
Pengungkapan terbaru menunjukkan lebih dari 1.000 transaksi saham Trump pada Juni, di tengah kebijakan pemerintahannya yang menggerakkan pasar.

LENTERAMERAH – Donald Trump melakukan 1.051 transaksi sekuritas sepanjang Juni 2026, dengan nilai keseluruhan berada dalam rentang US$78,1 juta hingga US$263,1 juta. Angka tersebut berasal dari pengungkapan transaksi berkala yang dipublikasikan US Office of Government Ethics (OGE), yang memang menggunakan rentang nilai, bukan angka transaksi pasti.

Dalam pengungkapan tersebut, portofolio Trump tercatat melakukan lebih dari 550 pembelian dan sekitar 450 penjualan. Transaksi mencakup saham Berkshire Hathaway, Visa, Mastercard dan Cintas. Transaksi terbesar yang tercatat pada Juni adalah penjualan saham ETF Vanguard pada 22 Juni dengan nilai antara US$5 juta dan US$25 juta.

Pola transaksinya juga tidak sederhana. Trump membeli saham Palantir pada 3 Juni senilai US$1.001 hingga US$15.000. Pada 16 Juni saham tersebut dijual senilai US$15.001 hingga US$50.000, kemudian pada 18 Juni kembali dijual dengan nilai antara US$500.000 dan US$1 juta.

Pada hari yang sama, 18 Juni, portofolionya membeli saham Berkshire Hathaway senilai US$1 juta hingga US$5 juta, kemudian menjual sebagian saham tersebut pada 24 Juni. Pada 18 Juni pula terdapat penjualan saham Meta Platforms senilai US$1 juta hingga US$5 juta.

Yang membuat rangkaian transaksi tersebut mendapat perhatian bukan hanya nilainya, tetapi waktunya. Salah satu kelompok pembelian terjadi pada 23 dan 24 Juni, beberapa hari setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan pada 14 Juni. Transaksi tersebut terjadi setelah sebuah peristiwa geopolitik yang berkaitan langsung dengan kebijakan pemerintahan Trump mengubah kondisi pasar.

Laporan Bloomberg yang dikutip dalam pengungkapan tersebut juga menunjukkan bahwa pola transaksi dalam jumlah besar bukan fenomena baru. Sepanjang 2025, akun investasi Trump melakukan lebih dari 21.000 transaksi sekuritas. Nilai keseluruhannya berada dalam rentang US$600 juta hingga US$1,86 miliar. Dalam sejumlah kasus, sekuritas yang sama dibeli dan dijual pada hari yang sama.

Pada kuartal pertama 2026, pengungkapan sebelumnya mencatat 3.642 transaksi yang melibatkan 1.026 perusahaan dan dana. Data yang dianalisis CBS News menunjukkan 2.346 transaksi pembelian dan 1.296 penjualan antara 6 Januari dan 30 Maret. Nilai pembelian saja berada dalam rentang US$126 juta hingga US$399 juta.

Gedung Putih mengatakan transaksi tersebut tidak menimbulkan konflik kepentingan karena investasi Trump dikelola secara independen. Pihak Trump Organization juga menyatakan portofolionya dikelola oleh manajer investasi pihak ketiga melalui strategi berbasis komputer, tanpa arahan dari Trump maupun keluarganya.

Pada saat yang sama, muncul persoalan lain yang membuat aktivitas investasi Trump semakin mendapat sorotan. Trump Media & Technology Group, perusahaan yang terhubung dengan kepemilikan Trump, mulai menawarkan Truth API pada Agustus. Layanan tersebut memberikan akses lebih cepat terhadap unggahan Truth Social dari akun-akun berpengaruh, termasuk Trump, kepada perusahaan dan lembaga keuangan.

Menurut laporan Reuters, Trump Media menawarkan akses tersebut kepada perusahaan perdagangan dan investasi dengan harga hingga US$100.000 per bulan. Setelah diluncurkan, sejumlah perusahaan Wall Street mulai menggunakan layanan tersebut. Laporan lain menyebut akses diberikan dalam hitungan milidetik sebelum unggahan tersedia secara luas.

Persoalannya menjadi lebih sensitif karena unggahan Trump sendiri beberapa kali terbukti mampu menggerakkan pasar. Truth Social bukan sekadar media sosial biasa ketika pemilik akunnya adalah presiden Amerika Serikat yang dapat mengumumkan kebijakan perdagangan, perang, tarif, negosiasi internasional atau kebijakan ekonomi melalui platform tersebut.

Pada Agustus, organisasi Freedom of the Press Foundation dan The Intercept menggugat Trump dan pihak terkait di pengadilan federal New York terkait Truth API. Gugatan tersebut mempertanyakan pemberian akses berbayar terhadap unggahan presiden yang berpotensi menggerakkan pasar. ***