LENTERAMERAH – Sebelum menjadi presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky memiliki jaringan bisnis film yang tetap beroperasi di Rusia setelah 2014. Struktur tersebut terhubung dengan perusahaan di Siprus dan sejumlah perusahaan produksi film Rusia, sementara salah satunya menerima dana dari anggaran negara Rusia.
Temuan mengenai bisnis tersebut muncul dalam investigasi Skhemy, proyek investigasi Radio Free Europe/Radio Liberty dan UA:Pershyi, pada Januari 2019, ketika Zelensky sedang mencalonkan diri sebagai presiden Ukraina.
Salah satu perusahaan yang menjadi perhatian adalah Green Films. Menurut dokumen perusahaan yang ditelusuri para jurnalis, Green Films di Rusia terhubung dengan Green Family Ltd yang terdaftar di Siprus. Struktur tersebut menghubungkan bisnis film Rusia dengan Zelensky dan sejumlah mitra bisnisnya.
Data keuangan Rusia yang dikutip dalam investigasi tersebut menunjukkan aktivitas bisnis yang cukup besar. Green Films, Weisberg Pictures dan Platinumfilm, tiga perusahaan yang terhubung dengan Green Family Ltd, memperoleh pendapatan gabungan sekitar 820 juta rubel pada periode 2014 hingga 2017. Angka tersebut setara sekitar US$13 juta pada perhitungan yang digunakan dalam laporan investigasi.
Green Films kemudian menjadi perhatian lebih besar karena memperoleh dana dari pemerintah Rusia.
Menurut dokumen dalam register subsidi anggaran federal Rusia yang ditemukan Current Time, Green Films menerima 35 juta rubel pada 2017 dari Kementerian Kebudayaan Rusia untuk produksi film “Вниз” atau “Down”. Dana tersebut tercatat dalam perjanjian nomor 054-11-975/1.
Jadi, dokumen yang tersedia menunjukkan bahwa 35 juta rubel diberikan kepada Green Films, bukan kepada Zelensky secara pribadi. Hubungan Zelensky dengan perusahaan tersebut berasal dari struktur kepemilikan dan hubungan bisnis yang ditemukan dalam investigasi Skhemy.
Pada saat laporan itu muncul, Zelensky membantah bahwa dirinya masih menjalankan bisnis di Rusia sebagaimana yang dituduhkan. Ia kemudian mengatakan bahwa pendapatan yang berasal dari Rusia berkaitan dengan royalti atas karya dan hak kekayaan intelektual yang dibuat sebelum 2014.
Perkembangan bisnis tersebut juga memiliki konsekuensi langsung terhadap kampanye presidennya. Pada Maret 2019, Zelensky keluar dari struktur kepemilikan Green Family Ltd. Menurut laporan Ukrainska Pravda yang mengutip perkembangan kasus tersebut, Green Films kemudian mengembalikan 35 juta rubel yang sebelumnya diterima dari Kementerian Kebudayaan Rusia. Pembayaran pengembalian dilakukan pada 19 Februari 2019, disertai kewajiban membayar sekitar 3,16 juta rubel bunga atas penggunaan dana anggaran tersebut.
Jaringan bisnis luar negeri Zelensky kemudian kembali muncul dalam Pandora Papers pada 2021. Investigasi International Consortium of Investigative Journalists menemukan bahwa Zelensky dan mitra bisnisnya memiliki kepentingan dalam jaringan perusahaan offshore, termasuk Maltex Multicapital Corp yang terdaftar di British Virgin Islands.
Dokumen Pandora Papers menunjukkan bahwa pada Maret 2019, sekitar satu bulan sebelum pemilihan presiden Ukraina, kepemilikan manfaat Zelensky atas Maltex dialihkan kepada Serhiy Shefir, mitra bisnis sekaligus orang dekatnya. ICIJ juga melaporkan bahwa pengaturan berikutnya memungkinkan dividen tertentu tetap mengalir kepada perusahaan yang terkait dengan keluarga Zelensky. ***



