Melania Trump Kenang Masa Kecil di Yugoslavia sebagai Momen yang Indah

Melania Trump mengenang masa kecilnya di Yugoslavia era komunisme sebagai pengalaman yang indah. Pernyataannya memicu respons dan nostalgia di media sosial.
Dalam wawancara Fox & Friends, Melania Trump kembali mengenang masa kecil di Yugoslavia di era komunisme dan menyebutnya sebagai masa yang indah.

LENTERAMERAH — Melania Trump kembali mengungkap pengalaman masa kecilnya di Yugoslavia semasa era komunisme. Dalam wawancara dengan Fox & Friends pada 23 September 2026 lalu, ia menggambarkan masa kecilnya secara positif dan menyebutnya sebagai masa yang indah.

Pernyataan itu muncul ketika pembawa acara Brian Kilmeade menanyakan kehidupan Melania saat tumbuh besar di Eropa Timur. Melania berbicara mengenai keluarganya dan pengalaman masa kecilnya tanpa menggambarkan kehidupan di Yugoslavia sebagai periode yang penuh penderitaan.

Melania lahir dan tumbuh di Slovenia ketika negara tersebut masih menjadi bagian dari Yugoslavia. Pernyataannya kemudian mendapat perhatian karena berbeda dari gambaran negatif mengenai kehidupan di negara-negara sosialis Eropa yang kerap muncul dalam wacana politik Amerika Serikat.

Potongan wawancara tersebut kemudian beredar di media sosial dan memunculkan berbagai respons. Salah satunya datang dari pengguna X yang secara ironis menulis, “thank you Melania for defending the honor of Yugoslav socialism”.

Respons lain datang dari akun @ParacelsusII yang membagikan pengalaman seseorang yang tumbuh di Yugoslavia. Pengalaman tersebut menggambarkan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan dan penitipan anak, serta kehidupan keluarga yang relatif nyaman. Komentar itu juga mengingatkan bahwa Yugoslavia pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin Sarajevo 1984.

Ekonom Branko Milanović turut memberikan tanggapan terhadap pernyataan Melania. Ia mengatakan mengagumi Melania karena tidak mengikuti ekspektasi tertentu dan memilih menceritakan pengalamannya sendiri.

Milanović menjelaskan bahwa orang tua Melania berasal dari kelas menengah terdidik di Slovenia, yang ketika itu merupakan republik paling maju secara sosial dan ekonomi di Yugoslavia. Menurutnya, keluarga Melania juga memiliki kesempatan bepergian secara bebas ke berbagai wilayah Eropa.

Ia juga mencatat bahwa Melania memulai karier modeling melalui perusahaan mode yang menerapkan sistem self-management di Yugoslavia. Pertunjukan pertamanya berlangsung di Beograd sebelum kemudian melanjutkan karier ke Milan.

Dalam respons lain, Milanović membahas perbedaan tingkat keterbukaan Yugoslavia dibandingkan sejumlah negara sosialis Eropa Timur. Ia menyebut Yugoslavia mulai membuka diri sejak 1962 dan sekitar 1965 telah menjadi jauh lebih terbuka, termasuk melalui pengiriman tenaga kerja ke Jerman.

Pernyataan tersebut muncul setelah seorang pengguna dari Ceko mengingat bahwa masyarakat di negaranya dahulu iri terhadap warga Yugoslavia yang dapat bepergian lebih bebas. Menurut Milanović, perbedaan pengalaman antarnegara sosialis tersebut penting untuk memahami bahwa kehidupan di negara-negara yang saat itu disebut “komunis” tidak berlangsung dalam pola yang seragam.

Wawancara Melania berlangsung di New York sehari setelah kehadirannya dalam rangkaian kegiatan Majelis Umum PBB. Pada hari yang sama, ia juga menghadiri pembukaan perdagangan di New York Stock Exchange. ***