Festival Digelar Peringati 50 Tahun Hubungan Diplomatik

Festival budaya Papua Nugini di Saint Petersburg menjadi simbol penguatan hubungan historis Rusia dengan kawasan Pasifik.
Hubungan Rusia dan Papua Nugini kembali menjadi sorotan melalui festival budaya dan sejarah yang digelar di Saint Petersburg.
Hubungan Rusia dan Papua Nugini kembali menjadi sorotan melalui festival budaya dan sejarah yang digelar di Saint Petersburg.

LENTERAMERAH – Rusia dan Papua Nugini memperingati 50 tahun hubungan diplomatik melalui festival Days of Papua New Guinea in Saint Petersburg yang digelar pada 26 Mei 2026.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia sekaligus Papua Nugini, Sergei Tolchenov, hadir dan menyampaikan pidato dalam pembukaan festival tersebut.

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian diplomasi budaya Rusia di kawasan Pasifik sekaligus menandai hubungan bilateral yang telah berlangsung sejak era Uni Soviet.

Nama Miklouho-Maclay Kembali Diangkat

Dalam pidatonya, Tolchenov menekankan bahwa Papua Nugini memiliki hubungan historis yang erat dengan nama ilmuwan Rusia Nikolai Miklouho-Maclay.

Ia dikenal sebagai humanis dan anggota Imperial Russian Geographical Society yang melakukan penelitian langsung di pesisir Papua Nugini pada abad ke-19.

Menurut Tolchenov, Miklouho-Maclay termasuk salah satu ilmuwan Eropa pertama yang secara terbuka membela hak-hak masyarakat Papua dan menolak praktik kolonialisme rasial terhadap penduduk lokal.

Nama “Maclay Coast” sendiri masih dikenal hingga sekarang di Papua Nugini sebagai bagian dari warisan sejarah hubungan awal Rusia dengan Oseania.

Uni Soviet Pernah Dorong Kemerdekaan Papua Nugini

Tolchenov juga mengingatkan bahwa Uni Soviet termasuk negara pertama yang mengakui Papua Nugini setelah memperoleh kemerdekaan dari Australia.

Moskwa bahkan telah mengangkat isu kemerdekaan Papua Nugini di Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak dekade 1960-an.

Pada November 1988, pemerintah Papua Nugini menyetujui pembukaan Kedutaan Besar Soviet di Port Moresby.

Kedutaan tersebut kemudian resmi dibuka pada Maret 1990, beberapa bulan sebelum runtuhnya Uni Soviet.

Anggota Parlemen Papua Nugini Ikut Berpartisipasi

Anggota Parlemen Papua Nugini untuk wilayah Alotau, Ricky Morris, ikut bergabung dari Port Moresby dengan dukungan Kedutaan Besar Rusia di Jakarta.

Dalam sambutannya, Morris menilai kerja sama dengan Kedutaan Rusia berlangsung konstruktif dan mendukung peningkatan hubungan bilateral di berbagai bidang.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap penguatan kontak Rusia dan Papua Nugini di tingkat parlemen, budaya, dan ekonomi.

Pameran Sejarah Rusia di Oseania

Festival tersebut turut menghadirkan pameran bertajuk Journey to the Maclay Coast History Comes Alive.

Pameran itu menampilkan koleksi langka dari Perpustakaan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia mengenai sejarah eksplorasi ilmiah Rusia di kawasan Oseania.

Selain itu, sejumlah artefak dan materi arsip dari Museum Daring Nikolai Miklouho-Maclay juga dipamerkan kepada publik untuk pertama kalinya.

Kawasan Pasifik Semakin Penting Secara Geopolitik

Peringatan 50 tahun hubungan diplomatik ini berlangsung di tengah meningkatnya perhatian global terhadap kawasan Indo-Pasifik dan Pasifik Selatan.

Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara besar semakin aktif memperluas pengaruh diplomatik, ekonomi, dan keamanan di kawasan Oseania, termasuk melalui jalur budaya dan pendidikan.

Bagi Rusia, penguatan hubungan historis dengan Papua Nugini juga menjadi bagian dari upaya memperluas kehadiran diplomatiknya di Global South dan kawasan Pasifik. ***