LENTERAMERAH – Saat banyak kota berlomba memasukkan kecerdasan buatan ke dalam layanan publik, Walikota Minsk Vladimir Kukharev memilih mengambil posisi yang lebih hati-hati.
Topik tersebut muncul dalam pertemuan Kukharev dengan mahasiswa dan tenaga pengajar Minsk State College of Service and Technology pada 29 Mei 2026. Salah satu peserta menanyakan bagaimana pemerintah kota melihat peran AI dalam pengelolaan Minsk di masa depan.
AI Pengelolaan Kota Perlu Pengawasan Manusia
Menanggapi pertanyaan itu, Kukharev mengatakan bahwa kecerdasan buatan memang membuka banyak peluang bagi administrasi perkotaan. Namun ia mengingatkan bahwa teknologi tersebut masih memiliki keterbatasan.
Menurutnya, dalam banyak kasus bahkan pengembang sistem tidak selalu mampu menjelaskan secara rinci bagaimana sebuah AI menghasilkan keputusan tertentu.
Masalah lain muncul ketika sistem menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan pola data yang biasa diterimanya. Dalam kondisi seperti itu, hasil yang diberikan AI bisa menjadi tidak terduga.
Karena alasan tersebut, Kukharev menilai urusan penting yang berkaitan dengan kehidupan kota tidak boleh sepenuhnya diserahkan kepada algoritma.
Pernyataan itu muncul ketika Minsk juga tengah memperluas penggunaan teknologi digital di berbagai sektor perkotaan, mulai dari transportasi hingga layanan publik.
Di hadapan mahasiswa, Kukharev menekankan bahwa perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Karena itu, generasi muda perlu memahami bukan hanya cara menggunakan teknologi baru, tetapi juga batas kemampuan yang dimilikinya. ***




