LENTERAMERAH – Pemerintah Venezuela menegaskan bahwa mereka tidak sedang mencari pinjaman baru dari Dana Moneter Internasional atau IMF. Fokus utama Caracas justru tertuju pada dana SDR Venezuela senilai hampir US$5 miliar yang selama bertahun-tahun tidak dapat diakses.
Pernyataan tersebut muncul setelah delegasi ekonomi Venezuela menggelar pertemuan dengan pimpinan IMF di Washington DC pekan lalu.
Sebagaimana dilaporkan venezuelanalysis.com, pemerintah Venezuela memprioritaskan penggunaan dana tersebut untuk memperbaiki infrastruktur dan layanan publik yang terdampak krisis ekonomi berkepanjangan.
Apa Itu Dana SDR Venezuela?
SDR atau Special Drawing Rights merupakan aset cadangan internasional yang diterbitkan IMF untuk negara-negara anggotanya.
Berbeda dengan pinjaman, SDR bukan utang baru yang harus dinegosiasikan melalui program bantuan IMF.
Negara pemilik dapat menukarkan SDR dengan mata uang asing melalui mekanisme yang telah ditetapkan IMF.
Menurut IMF, Venezuela memiliki kepemilikan SDR dan posisi cadangan yang nilainya setara sekitar US$4,9 miliar atau sekitar SDR 3,6 miliar.
Tujuh Tahun Dana Itu Terkunci
Akses terhadap dana tersebut praktis terhenti sejak 2019 ketika IMF menghentikan hubungan resmi dengan Venezuela akibat sengketa pengakuan pemerintahan.
Situasi berubah pada April 2026 setelah IMF memulihkan hubungan kelembagaan dengan pemerintahan yang dipimpin Delcy Rodríguez. Langkah itu membuka kembali akses Caracas terhadap berbagai hak sebagai anggota IMF, termasuk kepemilikan SDR.
Bagi pemerintah Venezuela, dana SDR Venezuela menjadi sumber likuiditas yang jauh lebih menarik dibanding mengambil pinjaman baru yang berpotensi disertai syarat ekonomi dan fiskal yang ketat.
Di tengah restrukturisasi utang luar negeri yang diperkirakan mencapai US$170 miliar, akses terhadap SDR dapat memberi ruang napas tambahan bagi pemerintah untuk membiayai kebutuhan dasar tanpa menambah beban utang negara.
Sebagaimana dilaporkan venezuelanalysis.com, otoritas Venezuela berulang kali menegaskan bahwa prioritas saat ini bukan mencari kredit IMF, melainkan memanfaatkan aset cadangan yang secara formal sudah menjadi hak negara tersebut. ***


