Dari China hingga Wall Street, Siapa yang Menagih Venezuela?

Utang luar negeri Venezuela bukan hanya milik IMF atau investor obligasi. China, Rusia, hingga perusahaan energi ikut masuk daftar kreditur.
China, Rusia, perusahaan minyak, dan dana investasi menjadi bagian dari utang luar negeri Venezuela yang kini direstrukturisasi.
China, Rusia, perusahaan minyak, dan dana investasi menjadi bagian dari utang luar negeri Venezuela yang kini direstrukturisasi.

LENTERAMERAH – Nilai utang luar negeri Venezuela diperkirakan telah mencapai sekitar US$170 miliar, menjadikannya salah satu krisis utang negara paling rumit yang masih berlangsung hingga saat ini.

Besarnya angka tersebut tidak hanya berasal dari obligasi pemerintah, tetapi juga pinjaman bilateral, klaim arbitrase internasional, serta berbagai tunggakan komersial yang menumpuk sejak gagal bayar pada 2017.

Sebagaimana dilaporkan venezuelanalysis.com, pemerintah Venezuela kini mulai menyiapkan restrukturisasi menyeluruh terhadap seluruh kewajiban eksternal tersebut.

Wall Street Pegang Porsi Terbesar

Bagian terbesar utang luar negeri Venezuela berasal dari obligasi pemerintah dan perusahaan minyak negara PDVSA.

Nilai pokoknya diperkirakan mencapai lebih dari US$60 miliar. Namun setelah bertahun-tahun gagal bayar, bunga yang terus berjalan membuat nilainya membengkak jauh lebih besar.

Banyak obligasi tersebut kini berada di tangan dana investasi dan investor spekulatif yang membeli surat utang Venezuela dengan harga sangat murah saat krisis mencapai puncaknya.

Karena sebagian besar obligasi tunduk pada hukum New York, proses restrukturisasi juga sangat bergantung pada keputusan regulator dan pengadilan Amerika Serikat.

China dan Rusia Masuk Daftar Kreditur

China masih menjadi salah satu kreditur terbesar Venezuela.

Sisa kewajiban Caracas kepada Beijing diperkirakan berada pada kisaran US$10 hingga US$12 miliar, sebagian di antaranya dijamin melalui pengiriman minyak mentah.

Rusia juga masih memiliki klaim miliaran dolar melalui pinjaman negara maupun pembiayaan sektor energi yang sebelumnya diberikan kepada PDVSA.

Struktur pinjaman berbasis komoditas membuat negosiasi dengan kedua negara tersebut berbeda dibanding restrukturisasi obligasi biasa.

Perusahaan Energi Ikut Menagih

Masalah lain datang dari perusahaan-perusahaan energi internasional yang menggugat Venezuela setelah gelombang nasionalisasi pada era Hugo Chávez.

Perusahaan seperti ConocoPhillips memperoleh putusan arbitrase bernilai miliaran dolar dan masih berupaya menagih kompensasi melalui jalur hukum internasional.

Selain itu terdapat berbagai tunggakan kepada perusahaan jasa migas, maskapai penerbangan, pemasok obat-obatan, hingga kontraktor yang pernah beroperasi di Venezuela.

Sebagaimana dilaporkan venezuelanalysis.com, kombinasi kreditur negara, investor obligasi, perusahaan energi, dan pemegang putusan arbitrase membuat restrukturisasi utang luar negeri Venezuela menjadi salah satu proses paling kompleks dalam sejarah keuangan modern. ***