Jakarta Darurat Sampah, Wakil Ketua DPRD DKI Minta TNI Bantu Warga Pilah Sampah

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino, .
Menurut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino, persoalan sampah Jakarta membutuhkan perubahan perilaku masyarakat. Ia mengusulkan pelibatan TNI dalam sosialisasi pemilahan sampah.

LENTERAMERAH Saat pemerintah berlomba membangun berbagai fasilitas pengolahan sampah, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menawarkan pendekatan berbeda. Di tengah darurat sampah Jakarta, ia mengusulkan agar anggota TNI terjun ke permukiman untuk membantu mendisiplinkan warga dalam memilah sampah rumah tangga.

“Khan ada Babinsa, koramil, turun masuk (ke pemukiman), melakukan penyuluhan kepada masyarakat, mensosialisasikan kepada masyarakat,” kata Wibi Andrino dalam wawancara dengan Lentera Merah, Jumat (5/6).

Menurutnya persoalan utama sampah Jakarta bukan terletak pada kurangnya teknologi pengolahan sampah, melainkan rendahnya disiplin masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.

Ia menilai berbagai fasilitas pengolahan sampah modern, mulai dari RDF hingga proyek pengolahan sampah menjadi energi, tetap membutuhkan pasokan sampah yang telah dipilah agar dapat beroperasi secara optimal.

Karena itu, Wibi menilai perubahan perilaku masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penyelesaian persoalan sampah di ibu kota.

Dalam konteks yang ia sebut sebagai kondisi darurat sampah, Wibi mengusulkan agar instrumen negara yang memiliki tingkat kedisiplinan tinggi turut dilibatkan untuk memperkuat sosialisasi di tingkat lingkungan.

“Karena yang paling disiplin ya tentara. Karena kita melihat ada masalah disiplin,” ujarnya.

Menurut Wibi, pelibatan aparat teritorial dapat dilakukan melalui koordinasi dengan RT dan RW sehingga edukasi mengenai pemilahan sampah dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat permukiman.

Ia menegaskan usulan tersebut bukan untuk menjadikan TNI sebagai pengelola sampah ataupun operator fasilitas pengolahan sampah.

“Bukan provider untuk vendor pengelolaan sampah. Tidak. Tapi malah harusnya tentara masuk ke dalam mengatur masyarakat, bergerak aktif dalam masyarakat,” katanya.

Wibi menilai selama pemilahan sampah di tingkat rumah tangga belum berjalan efektif, berbagai investasi teknologi pengolahan sampah tidak akan mampu menyelesaikan akar persoalan yang dihadapi Jakarta. ***