LENTERAMERAH – Jika ada satu nama yang paling sering muncul dalam diskusi transportasi umum di media sosial X, nama itu adalah Trans Semarang.
Dalam percakapan yang diawali akun @Ardaffaf mengenai pembangunan transportasi publik dan penggunaan APBD daerah, sejumlah pengguna berulang kali menjadikan Semarang sebagai contoh keberhasilan yang sulit diabaikan.
Salah satunya datang dari akun @FairuzImanulhaq. “APBD Semarang cmn 5,8T saja udh bisa bikin beberapa koridor, bahkan sampe tembus Ungaran. Belum lagi feedernya,” tulisnya.
Dibandingkan dengan Bandung
Perbandingan paling tajam datang dari akun @wiyokooo yang membandingkan langsung Semarang dengan Bandung. Menurutnya, Semarang mengalokasikan sekitar Rp260 miliar setiap tahun untuk mendukung operasional transportasi publik.
“Semarang ngeluarin 260M tiap tahun untuk Trans Semarang. Dengan 9 koridor utama dan 4 feeder. Jumlah armadanya pun 3 kali lebih banyak dari Metro Jabar Trans,” tulisnya. Ia juga menyoroti perbedaan tarif yang menurutnya lebih terjangkau dibanding sejumlah layanan transportasi umum di Bandung.
Koridor dan Feeder Jadi Sorotan
Dalam diskusi tersebut, bukan hanya jumlah armada yang menjadi perhatian. Banyak pengguna menyoroti keberadaan koridor utama yang didukung layanan feeder sehingga jangkauan transportasi publik menjadi lebih luas.
Model seperti ini memungkinkan penumpang menjangkau kawasan permukiman yang tidak dilalui koridor utama. Karena itu, layanan Trans Semarang sering disebut sebagai salah satu contoh integrasi transportasi umum yang lebih matang dibanding banyak kota lain.
Berulang Kali Muncul dalam Diskusi
Menariknya, nama Semarang muncul hampir di setiap cabang percakapan yang berkembang dari unggahan awal. Ketika pengguna lain membahas Padang, Solo, Yogyakarta, hingga Tangerang Selatan, Trans Semarang tetap digunakan sebagai salah satu titik pembanding.
Bagi para pengguna yang terlibat dalam diskusi tersebut, ukuran APBD bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Yang lebih sering dibicarakan adalah bagaimana pemerintah daerah menggunakan anggaran tersebut untuk membangun jaringan koridor, menambah armada, memperluas feeder, dan menjaga tarif tetap terjangkau bagi masyarakat. ***




