LENTERAMERAH – Miliarder pertambangan Australia Gina Rinehart mengusulkan pemberian tanah gratis bagi warga Israel, keluarga mereka, dan perusahaan pertahanan Israel untuk pindah ke Queensland utara. Usulan tersebut disampaikan dalam Townsville Bush Summit pada 18 Juni 2026 dan langsung memicu kontroversi di media sosial.
Video pidato Rinehart kembali menjadi sorotan setelah dibagikan Middle East Eye pada 21 Juni 2026. Dalam cuplikan tersebut, Rinehart menyarankan agar Australia menawarkan lahan dan fasilitas relokasi kepada tenaga ahli Israel guna mengembangkan industri pertahanan di wilayah sekitar Townsville.
Menurut transkrip pidato yang dipublikasikan Hancock Prospecting, Rinehart mengusulkan penyediaan tanah gratis serta bantuan transportasi bagi tenaga terampil Israel, anggota keluarga mereka, dan peralatan yang dibutuhkan untuk mendukung relokasi tersebut.
Fokus pada Industri Pertahanan
Dalam pidatonya, Rinehart mengatakan langkah tersebut dapat mendorong pengembangan teknologi pertahanan di Australia.
Ia secara khusus menyebut produksi drone militer canggih serta pengembangan sistem pertahanan udara bergaya Israel yang dapat diproduksi di Australia dan digunakan untuk melindungi infrastruktur penting nasional.
Rinehart juga mengaitkan gagasan tersebut dengan sejarah militer Townsville yang selama puluhan tahun menjadi salah satu pusat aktivitas pertahanan di Australia utara.
Menurut rekaman video yang beredar, ia menyebut wilayah tersebut memiliki potensi untuk berkembang menjadi pusat manufaktur pertahanan dan teknologi strategis.
Bagian dari Proposal yang Lebih Luas
Usulan mengenai Israel merupakan bagian dari pidato yang lebih luas mengenai pembangunan Queensland utara dan pengembangan industri berteknologi tinggi.
Dalam kesempatan yang sama, Rinehart juga mengusulkan pemberian insentif bagi industri semikonduktor Taiwan serta fasilitas bagi proyek-proyek luar angkasa yang melibatkan perusahaan milik Elon Musk.
Ia berargumen bahwa Australia perlu lebih agresif menarik investasi, teknologi, dan tenaga ahli dari luar negeri untuk memperkuat kapasitas industri nasional.
Memicu Reaksi di Media Sosial
Setelah video tersebut beredar, berbagai reaksi muncul di platform X dan media sosial lainnya. Sejumlah pengguna mengkritik gagasan tersebut dengan mengaitkannya pada perang Gaza dan hubungan pertahanan Israel dengan negara-negara Barat. Sebagian lainnya mempertanyakan kemungkinan penggunaan dana publik atau dukungan pemerintah untuk merealisasikan proposal tersebut. ***




