LENTERAMERAH – Riset Citra Institute mengungkap viralitas lagu MBG (Mas Bahlil Ganteng) berdampak signifikan terhadap percakapan digital mengenai Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, sekaligus meningkatkan eksposur Partai Golkar di media sosial. Temuan tersebut dipaparkan dalam diskusi publik bedah hasil riset bertajuk Efek Viral Lagu MBG Terhadap Figur Bahlil Lahadalia dan Partai Golkar yang diselenggarakan di Vigano Coffee, Podomoro Golf View, Depok, Jawa Barat, Kamis (2/7).
Riset Citra Institute Catat Lonjakan Jangkauan Digital
Berdasarkan hasil riset tersebut, jumlah percakapan mengenai Bahlil meningkat dari 35.639 percakapan pada periode 1–23 Mei 2026 menjadi 77.012 percakapan pada 24 Mei–15 Juni 2026 atau melonjak sekitar 116 persen setelah lagu MBG menjadi fenomena digital.
Sebelum lagu tersebut viral, percakapan mengenai Bahlil masih didominasi isu-isu kebijakan energi seperti konversi LPG ke CNG, legalisasi sumur minyak rakyat, hingga pengembangan bahan bakar B50. Namun sejak akhir Mei, pola percakapan berubah setelah lagu MBG banyak digunakan sebagai latar ribuan konten di TikTok dan Instagram Reels serta diputar dalam Musyawarah Besar (Mubes) Kosgoro pada 6 Juni 2026.
Jangkauan Digital Naik Berlipat
Selain meningkatkan volume percakapan, riset Citra Institute juga mencatat lonjakan jangkauan digital yang cukup besar. Sebelum lagu MBG viral, percakapan mengenai Bahlil diperkirakan menjangkau sekitar 128,9 juta akun media sosial. Setelah fenomena tersebut berkembang, jangkauan meningkat menjadi sekitar 450,7 juta akun atau sekitar 3,5 kali lipat.
Fenomena serupa juga terjadi pada Partai Golkar. Jangkauan percakapan mengenai partai berlambang pohon beringin itu meningkat dari sekitar 38,4 juta akun menjadi 146,5 juta akun. Sementara jumlah percakapan mengenai Golkar naik dari 7.237 menjadi 14.041 atau sekitar 94 persen.
Baca Juga Viral Lagu MBG Dongkrak Percakapan Bahlil 116 Persen, Golkar Ikut Terdongkrak di Media Sosial
Baca Juga Viral Lagu MBG, Arief Rasyid Sebut Bahlil Sosok yang Menembus Batas
Baca Juga Efek Viral Lagu MBG, Riset Citra Institute Sebut Eksposur Bahlil dan Golkar Melonjak
Efek Domino di Media Sosial
Pengamat Politik Citra Institute, Yusak Farchan, menilai viralitas lagu MBG menunjukkan bagaimana konten populer dapat memperluas perhatian publik terhadap seorang tokoh politik.
Untuk menggambarkan fenomena tersebut, Yusak mengaku pernah menjumpai seorang ibu yang mengajak anaknya menyanyikan lagu MBG saat berada di kawasan Hambalang, Jawa Barat. Menurutnya, anak tersebut mampu menyanyikan lagu itu dengan lancar dan penuh antusias, sesuatu yang menunjukkan bahwa lagu tersebut telah menjangkau masyarakat di luar ruang politik.
“Sudah menjadi efek domino ketika ada sesuatu yang viral maka masyarakat akan mencari tahu sosok tersebut,” ujar Yusak.
Meski demikian, hasil riset juga menunjukkan adanya perubahan komposisi sentimen publik. Sentimen positif terhadap Bahlil turun dari 75,1 persen menjadi 69,8 persen, sedangkan sentimen negatif meningkat dari 19,1 persen menjadi 26,2 persen.
“Penurunan masih dalam batas wajar dan terukur. Hal ini karena penurunan dipicu oleh isu kebijakan, bukan krisis citra personal.”
Menurut laporan tersebut, peningkatan sentimen negatif masih didominasi isu kebijakan, seperti kenaikan harga Pertamax, polemik akademik mengenai disertasi, dan sejumlah kebijakan di sektor energi, bukan persoalan integritas pribadi.
Golkar Nilai Popularitas Dibangun dari Rekam Jejak
Sekretaris Akademi Partai Golkar, Muhammad Arief Rasyid Hasan, menilai popularitas yang diperoleh Bahlil saat ini tidak muncul secara instan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan akumulasi dari rekam jejak yang telah dibangun sejak lama, termasuk ketika memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Arief mengatakan, di bawah kepemimpinan Bahlil, HIPMI yang sebelumnya dikenal cukup elitis menjadi lebih terbuka terhadap kalangan aktivis.
“Artinya bisa dikatakan bahwa Bahlil Lahadalia merupakan sosok yang menembus batas atau ‘breaktrough’.”
Riset Citra Institute juga mencatat salah satu momentum yang memperluas penyebaran lagu MBG terjadi pada 30 Mei 2026 ketika Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengunggah konten mengenai lagu tersebut. Namun, laporan menegaskan bahwa keterlibatan Jokowi dipandang sebagai apresiasi terhadap kreativitas anak muda dan tidak dapat dimaknai sebagai bentuk dukungan politik secara eksplisit kepada Bahlil. ***




